RSPO Resmi Tetapkan Standar Keberlanjutan Baru untuk Petani Sawit Rakyat

oleh -3.027 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa / Ilustrasi petani sawit swadaya belajar praktik budidaya sawit berkelanjutan.

InfoSAWIT, JAKARTA – Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada November 2025 resmi mengesahkan standar keberlanjutan terbaru bagi petani sawit rakyat. Langkah ini menandai babak penting dalam upaya memperluas inklusi petani kecil ke dalam sistem sertifikasi sawit berkelanjutan secara global.

Standar yang dinamakan RSPO Independent Smallholder (ISH) Standard 2024 tersebut dikembangkan sebagai respons atas kebutuhan mendesak untuk menghadirkan mekanisme sertifikasi yang lebih sederhana, terjangkau, serta sesuai dengan kondisi dan tantangan para petani kecil di berbagai negara. RSPO menegaskan bahwa standar baru ini dirancang agar lebih mudah diterapkan, dengan persyaratan yang lebih langsung dan penekanan lebih besar pada peran manajer kelompok.

Seluruh struktur standar ini tetap mengikuti prinsip dasar RSPO melalui tiga pilar dampak—People, Planet, Prosperity—dan menggunakan kerangka RSPO Theory of Change. Melalui pendekatan tersebut, RSPO berharap standar baru ini dapat mendorong peningkatan kapasitas petani, akses pasar, serta praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan.

BACA JUGA: Malaysia Akan Masukkan Minyak Sawit Merah ke Menu Sekolah untuk Atasi Gizi Buruk Anak

“Standar ISH 2024 juga menjadi bagian dari rangkaian sistem pendukung RSPO lainnya, seperti Smallholder Trainer Academy (STA), Smallholder Support Fund (RSSF), dan Smallholder Engagement Platform (RSEP). Seluruh perangkat ini diharapkan mampu membekali petani dengan pelatihan teknis, dukungan pendanaan, hingga forum untuk memperkuat jejaring sesama petani,” demikian catat RSPO dikutip InfoSAWIT, Rabu (26/11/2025).

 

Perjalanan Panjang Penyederhanaan Standar

Upaya RSPO untuk memperkuat peran petani kecil bukan hal baru. Sejak 2017, strategi khusus untuk petani sawit rakyat telah disetujui oleh Dewan Gubernur RSPO, dengan mandat agar sistem sertifikasi dan standar RSPO disederhanakan. Gagasannya jelas: sertifikasi harus relevan, tidak membebani, dan memberi manfaat nyata bagi petani.

Dua tahun setelah mandat tersebut, standar ISH pertama kali disahkan pada pertemuan tahunan RSPO ke-16 di Bangkok pada 2019. Standar ini menggantikan penerapan Prinsip dan Kriteria RSPO yang sebelumnya dianggap terlalu rumit bagi petani kecil. Namun, dinamika industri dan kebutuhan petani terus berkembang.

BACA JUGA: PPSK Resmi Kantongi Sertifikat RSPO, 1.223 Petani Sawit Ketapang Kini Diakui Berkelanjutan

Pada Februari 2022, RSPO memulai proses peninjauan ulang standar secara menyeluruh. Proses ini memastikan standar tetap relevan dan sesuai dengan pedoman internasional, termasuk standar dari ISEAL. Hasil dari evaluasi tersebut adalah lahirnya ISH Standard 2024 (IS_V2-0), yang disahkan pada November 2024.

 

Penerapan di Tingkat Nasional

Meski standar ISH 2024 bersifat global, RSPO memberikan ruang bagi negara anggota untuk melakukan National Interpretation (NI). Proses ini memungkinkan penyesuaian standar dengan kondisi lokal tanpa mengurangi substansi standar internasional.

Anggota RSPO di suatu negara dapat mengajukan inisiatif NI, dengan syarat mendapat persetujuan tertulis dari Sekretariat RSPO. Proses tersebut dapat dimulai dalam kurun 24 bulan setelah adopsi standar global, dan harus selesai dalam waktu maksimal 36 bulan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 26 November – 2 Desember 2025 Naik Rp 17,69 per Kg 

Dalam kerangka NI, negara diperbolehkan memperkuat indikator, memperjelas panduan, atau menetapkan ambang kinerja sesuai konteks nasional—selama tidak melemahkan standar global. Penambahan indikator baru dimungkinkan, selama tidak bertentangan dengan prinsip dasar standar ISH 2024.

 

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com