Ibu Muda Pascamelahirkan Bertahan di Bivak Sawit Setelah Rumah Hancur Diterjang Banjir Bandang di Aceh Utara

oleh -1.614 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Bivak darurat, tempat Husniah (27), warga Dusun Kareng, Desa Bukit Linteng, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, bertahan hidup disekitar kebun sawit, setelah rumah hancur diterjang banjir.

InfoSAWIT, ACEH UTARA — Di tengah hamparan perkebunan kelapa sawit yang basah dan berlumpur, seorang ibu muda pascamelahirkan terpaksa bertahan hidup di sebuah bivak darurat. Husniah (27), warga Dusun Kareng, Desa Bukit Linteng, Kecamatan Langkahan, kehilangan rumahnya setelah banjir bandang meluluhlantakkan permukiman pada akhir pekan lalu.

Husniah baru melahirkan putri keduanya beberapa pekan sebelumnya. Saat air deras tiba-tiba menerjang, ia dievakuasi suaminya, Zakir Fuad (30), menggunakan sampan kayu menuju dataran yang lebih tinggi. Dengan kondisi tubuh yang masih lemah, ia tak sempat menyelamatkan apa pun.

“Saya hanya mengenakan pakaian yang melekat di badan saat mengungsi. Tidak sempat membawa barang lain karena kondisi pascamelahirkan masih terasa nyeri,” tuturnya dilansir InfoSAWIT dari Metro TV, Kamis (4/12/2025).

BACA JUGA: PDIP Desak Pemerintah Terapkan Moratorium Alih Fungsi Hutan, Imbas Bencana Ekologis di Sumatera

Di bivak sederhana yang terbuat dari terpal dan potongan kayu, hari-hari terasa kian berat, terutama bagi bayinya yang baru berusia 25 hari. Husniah mengaku khawatir melihat ruam merah di kulit sang buah hati. Produksi ASI-nya pun menurun drastis akibat kondisi tubuh yang kelelahan dan cuaca malam yang menusuk.

“Saat malam tiba, saya kedinginan di bivak. Rumah sudah hancur dan sama sekali tidak bisa ditempati lagi,” ujarnya lirih.

Husniah berharap pemerintah segera turun tangan memberikan bantuan hunian layak, mengingat kondisi keluarganya kian memprihatinkan. “Yang saya inginkan sekarang, pemerintah bisa segera membangunkan rumah untuk tempat kami berteduh,” harapnya.

BACA JUGA: India Tingkatkan Impor Minyak Sawit pada November, Harga Lebih Murah Jadi Alasan

Kisah Husniah bukan satu-satunya. Data lapangan menunjukkan sekitar 100 kepala keluarga atau 500 jiwa di Dusun Kareng turut mengungsi akibat banjir bandang. Mereka kini bertahan di sejumlah bivak darurat yang didirikan di antara pepohonan sawit, dengan material seadanya—terpal, kayu kecil, dan bahan-bahan bekas. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com