DJP Buka Akses Data Lintas Instansi, Perketat Pengawasan Minerba dan Sawit

oleh -2.153 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi Perkebunan Kelapa Sawit.

InfoSAWIT, JAKARTA — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengambil langkah baru dalam memperkuat pengawasan sektor pertambangan mineral dan batubara (minerba) serta industri kelapa sawit. Otoritas pajak kini mendorong keterbukaan dan pertukaran data lintas kementerian dan lembaga sebagai upaya memperbaiki tata kelola sektor-sektor strategis yang selama ini rawan kebocoran penerimaan negara.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menegaskan, kebijakan ini menjadi titik balik dari praktik lama yang ditandai oleh fragmentasi data antarinstansi. Selama ini, masing-masing lembaga bekerja dengan basis data sendiri tanpa integrasi yang memadai, sehingga pengawasan dan analisis kebijakan kerap tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

“Dulu mungkin DJP cuma minta data, tapi enggak mau berbagi. Itu yang sering jadi persepsi,” ujar Bimo saat berbicara dalam acara di Pusdiklat Pajak, Kamis.

BACA JUGA: “Jejak Emas 99 Tahun” — Pameran Foto Soedjai Kartasasmita dan Sahabat Warnai Dies Natalis INSTIPER ke-67

Menurut Bimo, pendekatan tersebut kini diubah secara mendasar. DJP tidak hanya meminta data dari kementerian teknis dan lembaga terkait, tetapi juga siap membuka akses data yang telah dianonimkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat analisis kinerja sektor minerba maupun sawit.

“Sekarang kami terbuka. Sepanjang sesuai aturan, data bisa dibuka untuk kepentingan analisis. Tanpa identifikasi wajib pajak, itu sah dan tidak perlu dipersulit,” tegasnya dilansir InfoSAWIT, dari Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Senin (15/12/2025).

Bimo menilai keterbukaan data merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan antarinstansi. Dengan basis data yang saling terhubung, potensi kebocoran penerimaan negara dapat ditekan, terutama di sektor ekstraktif yang kompleks dan memiliki rantai bisnis panjang.

BACA JUGA: SPKS Desak Dana Sawit BPDP untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Ia juga menyoroti masih banyaknya ketidaksesuaian data yang ditemukan selama ini, mulai dari perbedaan laporan produksi hingga anomali dalam perdagangan internasional. Salah satu contoh yang kerap muncul adalah volume ekspor yang tercatat di negara tujuan lebih besar dibandingkan angka yang dilaporkan dari dalam negeri.

Melalui integrasi dan sinkronisasi data, DJP bersama kementerian teknis diharapkan dapat memastikan bahwa dasar pengenaan pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) benar-benar mencerminkan kondisi sebenarnya.

“Dengan data yang sama dan transparan, akan tumbuh rasa saling percaya. Dari sektor minerba juga akan berbagi. Bersama-sama kita bisa memastikan dasar pengenaan PNBP dan pajak itu selaras. Ini bagian dari upaya besar memperbaiki tata kelola,” pungkas Bimo. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com