InfoSAWIT, JAKARTA — Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) mendesak Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk segera mengalokasikan dana pungutan sawit guna membantu petani sawit rakyat yang terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ketua Umum SPKS, Sabarudin, mengatakan skala bencana kali ini “sangat besar”, dengan sedikitnya satu juta petani kehilangan akses menuju kebun dan mengalami gangguan pendapatan.
“Ketika satu juta petani terdampak, ini bukan lagi bencana biasa. Situasi ini membutuhkan respons cepat, terarah, dan berpihak kepada petani,” ujar Sabarudin dalam keterangannya kepada InfoSAWIT di Jakarta, Sabtu (13/12/2025).
Ia menegaskan bahwa dana sawit yang dikelola BPDP berasal dari pungutan ekspor yang dikumpulkan dari petani dan pelaku industri dalam negeri, dengan nilai mencapai Rp 30–50 triliun per tahun. Karena itu, menurutnya, sudah sewajarnya dana tersebut digunakan untuk membantu petani saat menghadapi masa sulit.
BACA JUGA: Satgas PKH Tagih Denda Triliunan ke 71 Perusahaan Sawit dan Tambang Ilegal
“Ini menyangkut keberlangsungan hidup jutaan keluarga petani sawit,” katanya.
Menurut Sabarudin, banjir besar yang melanda tiga provinsi tersebut telah memutus akses jalan menuju kebun, merusak tanaman, dan menghambat perputaran ekonomi di tingkat petani. Pengalokasian dana sawit sebagai bantuan darurat, ujarnya, merupakan bentuk kehadiran negara dalam memulihkan kehidupan petani.
Ia juga mengingatkan bahwa selama ini lebih dari 90 persen dana sawit digunakan untuk mendukung program biodiesel yang lebih banyak menguntungkan perusahaan besar. Dalam kondisi darurat seperti sekarang, ia menilai sudah saatnya pemanfaatan dana diperluas untuk mengutamakan kepentingan petani.
BACA JUGA: Limbah Cair Sawit Resmi Diakui ICAO Bisa Sebagai Bahan Baku Bioavtur Pesawat
“Petani jangan dibiarkan menanggung beban ini sendirian,” tambahnya.
Sabarudin menutup seruannya dengan meminta agar penyaluran bantuan dilakukan cepat, transparan, dan melibatkan organisasi petani, sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran dan menyentuh mereka yang paling membutuhkan. (T2)




















