Petani di Ciamis Tidak Menolak Sawit 

oleh -4.090 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Di Dusun Ciloa, Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, pohon-pohon sawit kini berdiri di kebun warga.

InfoSAWIT, CIAMIS — Kelapa sawit mulai tumbuh di sejumlah wilayah yang selama ini bukan dikenal sebagai sentra tanaman tersebut. Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kemunculan sawit terjadi di beberapa kecamatan dan desa, menandai pergeseran pola tanam warga di tengah tekanan kondisi lahan yang makin menurun produktivitasnya.

Di Dusun Ciloa, Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, pohon-pohon sawit kini berdiri di kebun warga yang sebelumnya ditanami palawija serta tanaman campuran. Pemandangan serupa juga muncul di Desa Sukasari, masih dalam wilayah Tambaksari. Sementara di Kecamatan Sukadana, jejak penanaman sawit mulai ditemukan meski tidak dalam skala besar.

Berbeda dengan hamparan luas perkebunan di Sumatera atau Kalimantan, sawit di Ciamis hadir dalam bentuk petak-petak kecil. Jumlahnya bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan batang di lahan milik warga, menyatu dengan kebun, tegalan, dan lahan pertanian yang selama ini terus bergulat dengan penurunan kesuburan tanah.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Tembus RM4.131 per Ton, Ditopang Minyak Nabati Pesaing dan Ekspor yang Menguat

Bagi sebagian petani, sawit tidak dipahami sebagai lambang ekspansi industri. Di wilayah selatan dan timur Ciamis, sawit justru dipandang sebagai jawaban atas lahan yang kian sulit ditanami komoditas lain.

“Di sini sudah susah untuk padi dan tanaman kebun. Sawit malah bisa hidup,” ujar seorang petani di wilayah Tambaksari, kepada InfoSAWIT, Rabu (14/1/2026).

Ungkapan singkat itu menggambarkan situasi yang dihadapi banyak petani: lahan marginal, curah hujan yang tidak menentu, hingga hasil panen yang terus menurun. Dalam kondisi seperti itu, sawit menawarkan sesuatu yang kini semakin langka di pedesaan—ketahanan.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik 1,07 Persen Pada Selasa (13/1), Harga CPO di Bursa Malaysia Menguat

Tanaman ini dikenal cukup toleran terhadap kondisi tanah yang kurang ideal dan cenderung stabil dalam jangka panjang. Bagi petani kecil, hal itu berarti peluang untuk mempertahankan sumber penghasilan, terutama ketika komoditas lain berulang kali gagal memberikan hasil.

Meski demikian, munculnya sawit di Ciamis menimbulkan pertanyaan lain. Penanaman sawit di berbagai desa dan kecamatan ini dinilai tidak sepenuhnya berlangsung spontan. Sebab, bibit kelapa sawit bukan komoditas yang lazim tersedia di kios pertanian desa.

Distribusi bibit relatif terbatas, harganya tergolong mahal, dan umumnya beredar melalui jaringan khusus. Hal serupa juga berlaku untuk pupuk serta sarana produksi. Karena itu, ketika sawit muncul serempak di banyak lokasi, wajar jika publik bertanya: dari mana sumber bibit dan dukungan produksinya berasal?

BACA JUGA: Airlangga Tegaskan B50 Belum Jalan di 2026, Prabowo Minta Mandatori Biodiesel Tetap B40

Di tingkat desa, arus masuk komoditas tersebut bahkan nyaris tidak tercatat. Sekretaris Desa Karangpaningal, Wastim Rusdiana, menyebut pemerintah desa tidak pernah menerima pemberitahuan atau koordinasi terkait penanaman sawit oleh warga.

“Tidak ada koordinasi ke desa. Tahu-tahu sudah ada yang menanam,” ujarnya.

Dalam praktik tata kelola desa, pengenalan komoditas baru dalam skala berarti biasanya disertai komunikasi untuk pendataan, pendampingan, atau setidaknya pencatatan. Ketiadaan proses itu mengindikasikan bahwa penyebaran sawit di Ciamis bergerak lewat jalur yang lebih senyap, tanpa mekanisme formal yang jelas.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com