Dari Kuala Lumpur ke Bali, Sawit Diburu Pasar dan Dikejar Regulasi

oleh -2.559 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi RT2025 dan IPOC 2025.

Dari Kuala Lumpur ke Nusa Dua

Seminggu setelah konferensi RSPO, lanskap sawit berpindah dari Kuala Lumpur ke Nusa Dua, Bali. Di sana, Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2025 dan Price Outlook 2026 digelar. Peserta dari 28 negara berkumpul, membawa agenda yang lebih ekonomis, meski bayang-bayang keberlanjutan tetap hadir.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membuka pidato kuncinya secara daring dengan nada optimistis. “Indonesia tetap menjadi bright spot di tengah perlambatan global,” ujarnya.

Ia memaparkan data, surplus neraca dagang hingga September 2025 mencapai US$ 4,34 miliar, sebagian besar ditopang sawit. Ekspor Januari–September 2025 mencapai 28,55 juta ton. India dan Tiongkok tetap menjadi pasar utama, sementara Jepang dan Selandia Baru perlahan menambah permintaan. (*)

Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT Edisi Desember 2025


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com