India Batalkan Impor 75 Ribu Ton Minyak Kedelai, Aksi Ambil Untung Tekan Pasar Minyak Nabati Global

oleh -64.698 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Ilustrasi minyak kedelai.

InfoSAWIT, NEW DELHI – India, sebagai importir minyak kedelai terbesar di dunia, dilaporkan membatalkan sejumlah kontrak pengiriman minyak kedelai dari Amerika Selatan menyusul lonjakan harga internasional yang dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung.

Dilansir InfoSAWIT dari Bloomberg, Jumat (27/2/2026), sekitar 65.000 hingga 75.000 ton minyak kedelai yang sebelumnya telah dipesan oleh importir India untuk pengiriman April hingga Juli dibatalkan dalam beberapa hari terakhir.

Wakil Presiden Patanjali Foods Ltd., Aashish Acharya, menyebutkan bahwa pembatalan kontrak tersebut dilakukan dengan menjual kembali muatan kepada pemasok pada harga yang lebih tinggi, sehingga memberikan keuntungan sekitar US$40 hingga US$60 per ton bagi importir.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Rabu (25/2), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah

Ia menambahkan bahwa volume minyak kedelai yang berpotensi dibatalkan atau washed out diperkirakan dapat mencapai sekitar 100.000 hingga 120.000 ton dalam beberapa hari mendatang, seiring pelaku pasar mengantisipasi peningkatan pasokan dari panen kedelai Amerika Selatan yang diproyeksikan mencapai rekor produksi mulai April.

Aksi pembatalan ini terjadi di tengah reli harga minyak kedelai berjangka di Chicago yang telah mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir, didorong oleh penguatan harga energi global, kesepakatan dagang Amerika Serikat dengan India, serta ekspektasi peningkatan permintaan dari sektor biofuel.

“Pembeli yang sebelumnya mengamankan kontrak di kisaran harga US$1.080 hingga US$1.100 per ton kini memilih keluar dari posisi tersebut setelah harga naik ke kisaran US$1.140 hingga US$1.147,50 per ton,” jelas Acharya.

BACA JUGA: HIPMI Sultra Siap Dukung Penguatan Hulu Perkebunan Rp185,9 Miliar untuk Dongkrak Produktivitas Petani

Langkah pembatalan pengiriman juga dinilai sebagai strategi mitigasi risiko bagi importir India, guna menghindari potensi tekanan harga di pasar domestik pada paruh kedua tahun ini ketika pasokan baru dari Amerika Selatan mulai membanjiri pasar global.

Sebelumnya, India juga telah membatalkan impor minyak kedelai dari Brasil dan Argentina sebanyak 35.000 hingga 40.000 ton pada awal tahun ini akibat pelemahan nilai tukar rupee yang membuat biaya impor menjadi lebih mahal.

Di sisi lain, ekspektasi peningkatan ekspor minyak kedelai Amerika Serikat ke India serta peningkatan penggunaan biofuel di pasar domestik AS telah mendorong harga minyak kedelai menjadi salah satu komoditas dengan kinerja terbaik sepanjang 2026, dengan kenaikan lebih dari 20% sejak awal tahun. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com