Banjir di Sabah Tekan Produksi Sawit Malaysia, Output Februari Diperkirakan Anjlok 16%

oleh -1.804 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Istimewa/Ilustrasi Kebun Sawit Kebanjiran

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Produksi minyak sawit Malaysia diperkirakan mengalami penurunan bulanan paling tajam dalam lebih dari satu tahun terakhir pada Februari 2026, setelah banjir melanda wilayah perkebunan utama di negara tersebut. Penurunan produksi ini diperkirakan akan memangkas stok sekaligus menopang harga minyak sawit global.

Berdasarkan survei Bloomberg terhadap 12 pelaku industri yang terdiri dari eksekutif perusahaan perkebunan, trader, dan analis, produksi minyak sawit Malaysia diperkirakan turun sekitar 16% menjadi 1,33 juta ton pada Februari. Penurunan ini menjadi yang terbesar sejak Januari 2025 sekaligus menandai penurunan produksi selama empat bulan berturut-turut.

Dilansir Bloomberg, Senin (9/3/2026), penurunan produksi tersebut sebagian besar dipicu oleh curah hujan tinggi dan banjir yang melanda wilayah Sabah pada bulan lalu. Wilayah ini merupakan salah satu sentra produksi utama yang menyumbang sekitar 20% dari total produksi minyak sawit Malaysia.

BACA JUGA: Indonesia Ajukan Penangguhan Konsesi ke WTO, Menyusul Respons UE Tak Patuh Putusan Sawit

Selain faktor cuaca ekstrem, produksi sawit Malaysia memang secara musiman cenderung menurun pada Februari. Hal ini dipengaruhi oleh periode produksi rendah serta berkurangnya hari kerja akibat libur panjang pada awal tahun.

Seiring penurunan produksi, stok minyak sawit Malaysia juga diperkirakan turun sekitar 6% dibandingkan Januari menjadi 2,65 juta ton, menurut hasil survei yang sama. Jika terealisasi, ini akan menjadi penurunan stok selama dua bulan berturut-turut sekaligus mencapai level terendah dalam empat bulan terakhir.

Namun, penurunan stok diperkirakan tidak terlalu dalam karena ekspor minyak sawit Malaysia juga mengalami pelemahan. Survei tersebut memperkirakan ekspor Februari turun sekitar 20% secara bulanan menjadi 1,19 juta ton.

BACA JUGA: Wilmar Dorong Generasi Muda Bebas Bullying Lewat Edukasi di Sekolah Sekitar Operasional

Data resmi terkait produksi, ekspor, dan stok minyak sawit Malaysia untuk Februari dijadwalkan akan dirilis oleh Malaysian Palm Oil Board (MPOB) pada 10 Maret 2026.

Sebelumnya, stok minyak sawit Malaysia sempat melonjak hingga mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun pada Desember 2025. Penurunan stok dalam beberapa bulan terakhir berpotensi memberikan dukungan terhadap harga minyak sawit, yang sebelumnya tertekan oleh melemahnya permintaan ekspor serta penguatan nilai tukar ringgit.

Sementara itu, pelaku pasar masih bersikap hati-hati terhadap prospek permintaan minyak nabati global. Kepala riset Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani, menyebutkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah berpotensi memengaruhi arus perdagangan komoditas.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode I-Maret 2026 Naik Rp 49,97per Kg

“Pelaku pasar masih berhati-hati terhadap prospek permintaan minyak nabati karena konflik Iran dapat memengaruhi aliran perdagangan global,” ujar Bagani. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com