InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan Rp. 15.275/kg pada Selasa (10/3/2026), dengan demikian harga CPO tercatat naik Rp. 164/kg atau naik sekitar 1,09% dibandingkan harga CPO penawaran tertinggi pada Senin (6/3/2026) yang mencapai Rp. 15.111/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai ditetapkan Rp. 15.275/Kg. Harga CPO Franco Teluk Bayur ditetapkan Rp. 15.145/Kg. Harga CPO FOB Talang Duku ditetapkan Rp. 15.075/Kg.
Dilansir Bernama, harga perdagangan minyak sawit mentah (CPO), di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan Selasa (9/3/2026), setelah sebelumnya sempat menguat. Penurunan ini dipicu sentimen negatif dari jatuhnya harga minyak mentah serta aksi ambil untung di pasar minyak nabati global.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 11–17 Maret 2026 Naik Rp129,83 per Kg
Analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics, Sathia Varqa, menjelaskan bahwa pelemahan harga CPO juga dipengaruhi oleh aksi profit taking yang mengikuti tren penurunan di kompleks minyak nabati global.
Pasar kedelai turut mengalami penurunan. Kontrak berjangka kedelai paling aktif untuk Mei 2026 di Dalian Commodity Exchange (DCE) turun 83 yuan atau sekitar US$12,03 menjadi 4.749 yuan per ton.
Stok Sawit Malaysia Turun pada Februari 2026
Data dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menunjukkan stok minyak sawit Malaysia pada Februari 2026 turun 3,94 persen atau sekitar 111.062 ton menjadi 2,7 juta ton, dibandingkan 2,82 juta ton pada Januari 2026.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau 11-17 Maret 2026 Naik Rp 109,29 per Kg
“Stok CPO juga turun 11,67 persen atau 195.242 ton pada Februari menjadi 1,48 juta ton dari 1,67 juta ton pada Januari,” ungkap manajemen dalam laporan tersebut.
Selain itu, laporan kinerja industri MPOB juga mencatat penurunan ekspor dan produksi.
“Ekspor minyak sawit turun 22,48 persen pada Februari 2026 menjadi 1,13 juta ton dari 1,45 juta ton pada bulan sebelumnya, sementara produksi CPO turun 18,55 persen atau 292.534 ton menjadi 1,28 juta ton dari 1,58 juta ton pada bulan sebelumnya,” ungkap manajemen dalam laporan tersebut.
BACA JUGA: SPKS Sosialisasi PSR di Aceh Utara Kemitraan dengan PTPN IV, Dibungkus Silaturahmi Ramadan
Pergerakan Kontrak Berjangka CPO
Pada penutupan perdagangan:
Kontrak Maret 2026 turun RM142 menjadi RM4.312 per ton
Kontrak April 2026 melemah RM142 menjadi RM4.398 per ton
Kontrak Mei 2026 turun RM139 menjadi RM4.428 per ton
Kontrak Juni 2026 turun RM131 menjadi RM4.428 per ton
Kontrak Juli 2026 melemah RM123 menjadi RM4.412 per ton
Kontrak Agustus 2026 turun RM118 menjadi RM4.384 per ton
Volume perdagangan juga menurun menjadi 147.182 lot dibandingkan 220.402 lot pada perdagangan Senin, sementara open interest turun menjadi 226.797 kontrak dari sebelumnya 237.662 kontrak.
Adapun harga fisik CPO untuk Maret South tercatat turun RM130 menjadi RM4.370 per ton.
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Selasa (10/3/2026):
CPO
Franco Dumai Rp. 15.275-EUP
Franco Teluk Bayur Rp. 15.145-WIRA
FOB Talang Duku Rp. 15.075-PRISCOLIN
Loco Luwu – No Bidder
PK
Franco Belawan Rp.14660-MM
(T2)
