InfoSAWIT, JAKARTA – Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terus menunjukkan perkembangan signifikan sejak diluncurkan pada 2016. Hingga 31 Desember 2025, realisasi PSR tercatat telah mencapai 408.512 hektare yang melibatkan 177.190 pekebun di 22 provinsi di Indonesia.
Merujuk pemaparan Kepala Divisi Perencanaan dan Pelayanan BPDP, Nugroho Adi Wibowo, total dana yang telah disalurkan untuk mendukung program PSR sejak 2016 hingga 2025 mencapai Rp12,01 triliun.
Program ini menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sawit rakyat, sekaligus memperkuat keberlanjutan industri kelapa sawit nasional melalui peremajaan tanaman yang sudah tidak produktif.
BACA JUGA: Kementan Perkuat Dukungan PSR dan Sarpras Sawit 2026, Sasar 125 Satker di 21 Provinsi
Data kinerja PSR menunjukkan dinamika realisasi luas lahan yang diremajakan setiap tahunnya. Pada awal implementasi program pada 2016–2017, realisasi masih relatif kecil karena proses sosialisasi serta penyiapan regulasi dan kelembagaan di tingkat pekebun.
Program ini kemudian mengalami percepatan pada 2019–2020, ketika luas peremajaan mencapai lebih dari 90 ribu hektare, yang menjadi salah satu capaian tertinggi sejak program berjalan.
“Setelah periode tersebut, realisasi PSR sempat mengalami penurunan pada 2021–2022, sebelum kembali meningkat pada 2023. Sementara pada 2025, realisasi peremajaan tercatat mencapai 43.590 hektare,” ungkap Nugroho Adi, dalam sebuah acara Diskusi yang dihadiri InfoSAWIT, di Kementan, awal Maret 2026 lalu.
BACA JUGA: SPKS Tolak Kenaikan Pungutan Ekspor CPO 12,5%, Petani Sawit Terancam Rugi Rp1,2 Triliun per Tahun
Fluktuasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari proses verifikasi lahan, kesiapan kelembagaan pekebun, hingga dinamika kebijakan di sektor perkebunan.
Sumatera Dominasi Realisasi PSR
Dari sisi wilayah, realisasi PSR masih didominasi oleh provinsi-provinsi di Pulau Sumatera yang merupakan sentra perkebunan sawit rakyat terbesar di Indonesia.
Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan kontribusi terbesar dengan porsi sekitar 19% dari total realisasi PSR nasional.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode II-Maret 2026 Naik Rp 75,06 per Kg
Disusul oleh Aceh dengan 16%, kemudian Riau dan kelompok Sumatera lainnya masing-masing sekitar 12%.
Provinsi lain yang turut berkontribusi terhadap program ini antara lain Jambi (9%), Sumatera Utara (9%), Kalimantan Barat (6%), Kalimantan Tengah (5%), serta Bengkulu dan Sulawesi Barat masing-masing sekitar 4%.
