Pasar Minyak Nabati Global Bergejolak, Harapan Biodiesel Beradu dengan Permintaan Lesu

oleh -18.769 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Istimewa/Direktur Godrej International, Dorab Mistry.

InfoSAWIT, MUMBAI – Pasar minyak nabati global saat ini bergerak tidak menentu di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga energi. Kondisi ini memicu harapan peningkatan permintaan biodiesel, namun di sisi lain, lemahnya pembelian dari negara importir utama justru membayangi prospek harga.

Pengamat senior minyak nabati dunia, Dorab Mistry, menyebutkan bahwa dinamika pasar di masa konflik cenderung sulit diprediksi. “Perilaku pasar di masa perang selalu sangat berbeda dan banyak perkembangan terjadi secara tak terduga,” ujarnya dilansir InfoSAWIT dari Reuters, Kamis (19/3/2026).

Lonjakan harga minyak mentah yang mencapai level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir turut memperkuat daya tarik minyak nabati sebagai bahan baku biodiesel. Kenaikan ini dipicu respons Iran atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel, termasuk ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz.

BACA JUGA: Mudik Nyaman Bersama 2026, Agrinas Palma Nusantara Berangkatkan Ratusan Pemudik ke Jawa–Sumatera

Namun demikian, sisi permintaan masih menunjukkan pelemahan. “Saat ini permintaan konsumsi minyak nabati cenderung lesu karena harga yang tinggi. Pasar menaruh harapan besar pada biodiesel, namun masih harus dilihat faktor mana yang akan lebih dominan,” jelas Mistry.

 

Harga CPO Melonjak, Tapi Daya Beli Tertekan

Harga minyak sawit Malaysia tercatat melonjak sekitar 14% sepanjang bulan ini dan telah menembus level di atas RM4.600 per ton. Kondisi ini membuat minyak sawit menjadi lebih mahal dibandingkan minyak kedelai (soyoil), kecuali di kawasan Asia yang masih diuntungkan oleh biaya logistik yang lebih rendah.

Padahal sebelumnya, Mistry memperkirakan harga CPO akan bergerak dalam kisaran RM3.800–RM4.300 hingga Juli 2026, seiring permintaan yang lemah dan pasokan yang cukup melimpah.

BACA JUGA: Jelang Idul Fitri 1447 H, InfoSAWIT Group Lanjutkan Tradisi Berbagi Bingkisan, Perkuat Semangat Kebersamaan

India sebagai importir minyak nabati terbesar dunia dilaporkan menahan pembelian baru di tengah harga tinggi. Para pelaku industri memilih menunggu koreksi harga sebelum kembali masuk ke pasar.

Selain itu, importir India juga menghadapi tekanan setelah memangkas persediaan dan membatalkan sejumlah kontrak impor sebelumnya. Bahkan, beberapa kargo soyoil dari Amerika Selatan dan kawasan Laut Hitam dibatalkan karena lonjakan harga global membuat pengolahan di dalam negeri menjadi tidak ekonomis.

Meski demikian, terbatasnya kedatangan impor diperkirakan dapat menopang harga minyak nabati di India. Namun, kenaikan harga masih tertahan oleh melimpahnya pasokan minyak mustard dari panen baru yang akan segera memasuki pasar.

BACA JUGA: Harga CPO Diproyeksi Tahan Tekanan Biaya, SD Guthrie Optimistis di Tengah Gejolak Energi Global

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati keseimbangan antara dorongan permintaan biodiesel akibat harga energi tinggi dan lemahnya konsumsi global, yang akan menjadi penentu utama arah harga minyak nabati, termasuk minyak sawit. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com