Produktivitas Sawit RI Tertahan, GAPKI Soroti Keterbatasan Genetik dan Risiko Biologis

oleh -7.824 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Lanskap perkebunan kelapa sawit.

InfoSAWIT, BOGOR – Upaya meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional dinilai bukan perkara sederhana. Ketua Bidang Riset & Pengembangan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Dwi Asmono, menegaskan bahwa produktivitas sawit dipengaruhi berbagai faktor kompleks, mulai dari genetik, lingkungan, hingga aspek keamanan biologis.

Menurut Dwi, capaian produktivitas nasional yang masih berada di kisaran 3,7 ton CPO per hektare menunjukkan masih besarnya tantangan yang harus dihadapi industri sawit Indonesia.

“Banyak yang mempertanyakan kenapa kita belum bisa mencapai tujuh ton. Tapi yang perlu dijawab lebih dulu, apakah sumber daya genetik kita sudah cukup kuat untuk menuju ke sana,” ujarnya dalam sebuah diskusi yang dihadiri InfoSAWIT di Bogor, akhir Oktober 2025 lalu.

BACA JUGA: Prabowo Bangga Sawit Jadi Energi Strategis, Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Minyak Dunia

 

Jejak Panjang dan Tantangan Genetik Sawit Indonesia

Dwi menjelaskan, sejarah panjang sawit Indonesia turut memengaruhi kondisi genetik tanaman saat ini. Ia mengingatkan bahwa awal mula sawit di Indonesia berasal dari introduksi terbatas pada masa kolonial.

Sekitar tahun 1848, Belanda membawa sekitar 503 individu bibit sawit dari Afrika Barat ke Kebun Raya Bogor. Dari jumlah yang sangat terbatas itu, sawit kemudian berkembang menjadi jutaan hektare perkebunan di seluruh Indonesia.

“Secara genetik, ini berarti kita mengalami penyempitan yang luar biasa,” ungkap Dwi.

BACA JUGA: Pasar Minyak Nabati Global Bergejolak, Harapan Biodiesel Beradu dengan Permintaan Lesu

Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya keragaman genetik, yang dalam ilmu genetika berisiko meningkatkan kerentanan tanaman terhadap penyakit serta perubahan iklim.

“Kalau manusia saja dilarang kawin antar saudara, sawit pun begitu. Kita butuh ‘darah baru’,” tambahnya.

 

Upaya Perkaya Plasma Nutfah dan Antisipasi Risiko

Menyadari keterbatasan tersebut, GAPKI bersama Kementerian Pertanian dan BPDP telah melakukan berbagai upaya untuk memperkaya sumber daya genetik sawit nasional.

BACA JUGA: Dugaan Fraud POME Seret Rantai Pasok Global, Nama Eni dan Neste Ikut Terseret

Introduksi benih dari berbagai wilayah seperti Afrika Barat, Amerika Selatan, hingga Tanzania dilakukan untuk meningkatkan keragaman plasma nutfah. Namun, langkah ini tidak lepas dari tantangan besar, terutama terkait aspek keamanan hayati.

Dwi menekankan bahwa setiap introduksi benih harus melalui prosedur karantina ketat guna mencegah masuknya penyakit berbahaya seperti phytophthora bud rot maupun jamur akar ganoderma yang telah menjadi ancaman serius di perkebunan Asia Tenggara.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com