Prabowo Bangga Sawit Jadi Energi Strategis, Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Minyak Dunia

oleh -2.476 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan ketahanan energi nasional masih berada dalam kondisi aman meskipun situasi geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, semakin memanas.

InfoSAWIT, BOGOR – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan peran strategis kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global. Hal tersebut disampaikannya saat mengundang jurnalis senior dan pengamat di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip Jumat (20/3/2026).

Dalam pernyataannya, Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki keunggulan besar sebagai produsen kelapa sawit terbesar dunia, yang mampu diolah menjadi berbagai jenis bahan bakar.

“Saya diejek sebagai presiden sawit, tapi saya bangga. Dari kelapa sawit kita bisa menghasilkan solar, bensin, hingga avtur. Kita berada pada posisi yang lebih baik dibanding banyak negara,” ujar Prabowo.

BACA JUGA: Harmoni Ramadan, Agrinas Palma Nusantara Salurkan 5.600 Paket Sembako Bersubsidi untuk Pekerja dan Masyarakat

Menurutnya, potensi hilirisasi sawit menjadi energi terbarukan merupakan kekuatan strategis Indonesia dalam menghadapi gejolak energi global.

 

Waspada Geopolitik, Dorong Pengurangan Konsumsi BBM

Di sisi lain, Prabowo mengingatkan pentingnya kewaspadaan menghadapi dinamika geopolitik, khususnya ketegangan di Timur Tengah yang berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia.

Ia mengungkapkan skenario terburuk apabila konflik meluas, termasuk kemungkinan terganggunya jalur distribusi energi global seperti Selat Hormuz.

BACA JUGA: Membangun Kepercayaan Melalui Kemitraan Sawit

“Kita harus siap untuk kemungkinan paling buruk. Kalau terjadi eskalasi dan jalur distribusi terganggu, targetnya bisa harga minyak tembus 200 dolar AS per barel,” katanya.

Sebagai langkah antisipatif, Prabowo mengimbau seluruh pihak untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) dan mempercepat pemanfaatan energi alternatif berbasis sumber daya domestik, termasuk sawit.

 

Harga Minyak Tinggi Jadi Beban Ekonomi Nasional

Prabowo juga menyoroti kondisi harga minyak global yang saat ini masih berada di kisaran tinggi, yakni sekitar 100 hingga 112 dolar AS per barel.

BACA JUGA: Jelang Idul Fitri 1447 H, InfoSAWIT Group Lanjutkan Tradisi Berbagi Bingkisan, Perkuat Semangat Kebersamaan

Berdasarkan kajian tim ahli, ia menyebutkan bahwa ambang batas harga minyak yang mulai membebani ekonomi Indonesia berada di level 90 hingga 95 dolar AS per barel.

“Kalau harga minyak di atas 90 hingga 95 dolar AS, itu sudah berat bagi kita,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan urgensi diversifikasi energi nasional, di mana kelapa sawit diposisikan sebagai salah satu solusi utama untuk menjaga ketahanan energi sekaligus meredam dampak fluktuasi harga minyak dunia.

BACA JUGA: Pasar Minyak Nabati Global Bergejolak, Harapan Biodiesel Beradu dengan Permintaan Lesu

Dengan kombinasi potensi sumber daya alam dan strategi hilirisasi, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat kemandirian energi di tengah tekanan global yang semakin kompleks. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com