Membangun Kepercayaan Melalui Kemitraan Sawit

oleh -2.519 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Sinar Mas untuk InfoSAWIT/ Bagi petani, bermitra dengan perusahaan perkebunan bukan sekadar urusan bisnis, melainkan jalan menuju masa depan yang lebih baik.

InfoSAWIT, JAKARTA – Di balik setiap tandan buah kelapa sawit terdapat kisah kerja keras, harapan, dan kepercayaan. Bagi petani seperti Umar dan Atno, bermitra dengan perusahaan perkebunan bukan sekadar urusan bisnis, melainkan jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Bagi Umar Isnadi, Ketua KUD Sidodadi di Desa Tanjung Benuang, Jambi, kelapa sawit lebih dari sekadar mata pencaharian. Ia mewakili harapan keluarganya dan ratusan anggota koperasi yang ia pimpin. Sejak tahun 2000, Umar mendedikasikan hidupnya untuk bertani kelapa sawit, menopang keluarga dan komunitas melalui kerja kerasnya.

Sejak awal, ia memilih bermitra dengan PT Kresna Duta Agroindo (KDA), menyadari banyak manfaat yang ditawarkan. Melalui kemitraan dengan PT KDA dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) skema Sarana Produksi/Saprodi, petani menerima input pertanian berkualitas tinggi seperti bibit bersertifikat, pupuk, dan alat pertanian penting. Dukungan ini memastikan praktik peremajaan yang tepat, menghasilkan panen lebih tinggi dan pengelolaan kebun yang lebih berkelanjutan. Dengan mengurangi beban finansial petani serta memberikan bimbingan teknis, program ini membantu meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan membangun kehidupan yang lebih tangguh.

BACA JUGA: Dugaan Fraud POME Seret Rantai Pasok Global, Nama Eni dan Neste Ikut Terseret

Menurut Umar, menjadi petani sawit mandiri penuh tantangan. Petani selalu mencari cara untuk meningkatkan pengelolaan kebun, mulai dari perawatan tanaman, pemupukan, hingga pengolahan hasil panen. “Kalau sendiri, semuanya terasa sulit. Semua harus diurus sendiri, padahal banyak hal yang belum sepenuhnya kami pahami,” jelasnya.

 

Kembali Bermitra untuk Masa Depan Lebih Baik

Umar pernah bermitra dengan PT KDA melalui skema plasma. Ketika masa plasma berakhir antara 2010 hingga 2015 di berbagai lahan miliknya, ia melanjutkan usaha secara mandiri. Namun, pengalaman itu justru semakin meyakinkannya bahwa kemitraan adalah pilihan terbaik. Pada 2025, ia memutuskan kembali bergabung dengan PT KDA melalui Program PSR.

Saat mengelola kebun secara mandiri, produksinya menurun drastis. Sebelumnya, ia bisa mencapai 6–7 ton per bulan dari dua hektare lahan, namun turun menjadi hanya 2–3 ton. Penurunan ini berdampak besar pada pendapatan keluarga. “Dulu saat masih bermitra, rata-rata bisa 6–7 ton per bulan. Setelah dikelola sendiri, paling banyak hanya 2–3 ton. Pendapatan kami terpangkas setengah, itu masa yang sangat sulit,” ungkap Umar.

BACA JUGA: Pasar Minyak Nabati Global Bergejolak, Harapan Biodiesel Beradu dengan Permintaan Lesu

Bagi Umar, keputusan kembali bermitra dibangun atas dasar kepercayaan. Ia melihat bagaimana perusahaan sebelumnya mengelola operasi secara transparan dan memberikan hasil maksimal. Kepercayaan ini menjadi fondasi hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan.

 

Kemudahan Akses dan Dukungan Perusahaan

Program PSR yang dijalankan PT KDA memberikan berbagai bentuk dukungan, termasuk akses bibit unggul Dami Mas, pupuk beserta jadwal pemupukan, serta panduan praktik budidaya sawit berkelanjutan.

Perusahaan juga membantu proses administrasi yang biasanya rumit dan memakan waktu, seperti pengumpulan sertifikat tanah, fotokopi surat kepemilikan lahan, kartu keluarga, dan KTP.

BACA JUGA: Jelang Idul Fitri 1447 H, InfoSAWIT Group Lanjutkan Tradisi Berbagi Bingkisan, Perkuat Semangat Kebersamaan

Melalui PSR, petani menerima dukungan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berupa hibah Rp60 juta per hektare, maksimal empat hektare per petani, untuk mendukung peremajaan sawit. Dana yang dikelola melalui kelompok tani atau koperasi ini mencakup bibit bersertifikat, persiapan lahan, pupuk, dan pelatihan teknis. Dukungan ini meringankan biaya tinggi peremajaan, membantu petani meningkatkan hasil, mengurangi utang, dan membangun kehidupan yang lebih berkelanjutan serta menguntungkan.

Bimbingan teknis, penyediaan bibit unggul, dan pupuk juga menjadi bagian penting dari kemitraan ini. Nazarudin, Koordinator PSR di PT KDA, menjelaskan bahwa perusahaan menyediakan bibit berkualitas tinggi, bantuan agronomi dari para ahli, serta jaringan kontraktor yang membantu menekan biaya peremajaan. Pembayaran pupuk ditunda hingga pohon mulai berproduksi, sehingga petani tidak terbebani di awal.

Inisiatif ini sejalan dengan ambisi keberlanjutan PT KDA sebagai bagian dari Sinar Mas Agribusiness and Food. Tujuan perusahaan yang tertuang dalam kerangka keberlanjutan Collective for Impact mencakup pelatihan bagi 100.000 petani sawit rakyat dalam praktik pertanian yang baik pada 2035. (*)

Sumber: Majalah InfoSAWIT edisi Februari 2026


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com