127 Petani Sawit Pasangkayu Ikuti Pelatihan SDM Didukung BPDP, Fokus Tingkatkan Produktivitas dan Standar ISPO

oleh -245 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. PT Citra Widya Education/ Sebanyak 127 petani kelapa sawit asal Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, mengikuti Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026.

InfoSAWIT, PALU – Sebanyak 127 petani kelapa sawit asal Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, mengikuti Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026 yang resmi dibuka di Hotel Aston Palu, Senin (22/6). Program hasil kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, dan PT Citra Widya Education ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pekebun dalam menerapkan praktik budidaya sawit yang produktif dan berkelanjutan.

Pembukaan pelatihan dihadiri Direktur PT Citra Widya Education Stefanus Nugroho Kristono, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasangkayu Muhammad Muh. Zain Machmud, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasangkayu H. Abidin, serta Perwakilan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian RI, Mula Putera, yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.

Direktur PT Citra Widya Education, Stefanus Nugroho Kristono, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit, khususnya bagi petani yang menjadi pelaku utama pembangunan perkebunan nasional.

BACA JUGA: Mengatasi Pencurian Sawit, Ketika Pendekatan Keamanan Tak Lagi Cukup

Menurutnya, program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta profesionalisme pekebun dalam mengelola kebun sesuai prinsip-prinsip tata kelola perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. “Untuk mendukung tujuan tersebut, seluruh materi disampaikan oleh praktisi yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidangnya,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (30/6/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasangkayu, H. Abidin, menyampaikan apresiasi kepada BPDP dan seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan pelatihan pengembangan SDM tersebut.

Ia menilai kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit.

BACA JUGA: Prof Hariyadi: Intensifikasi Lahan Jadi Kunci Sawit Berkelanjutan, Bukan Perluasan Areal

Menurut Abidin, pelatihan diikuti 127 peserta yang dibagi ke dalam dua kelompok materi utama, yakni Teknis Budidaya Kelapa Sawit serta Teknis Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit. Kedua materi tersebut dinilai sangat penting untuk meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola kebun mulai dari proses budidaya hingga penanganan hasil panen secara lebih optimal.

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian RI, Mula Putera, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM merupakan salah satu strategi utama pemerintah dalam meningkatkan produktivitas perkebunan sawit nasional.

Dari total peserta, sebanyak 59 orang mengikuti pelatihan teknis budidaya, sedangkan 68 peserta lainnya mengikuti pelatihan teknis panen dan pascapanen. Program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas pekebun dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan perkebunan.

BACA JUGA: Analisa KPBN: Ekspor Malaysia Masih Jadi Penentu Arah Harga CPO, Sentimen B50 Mulai Menguat dari Dalam Negeri

Mula Putera mengungkapkan bahwa meskipun Indonesia masih menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia, produktivitas perkebunan rakyat masih berada di kisaran 3,3 ton per hektare per tahun. Padahal, potensi produksinya dapat mencapai 5 hingga 6 ton per hektare per tahun apabila didukung pengelolaan yang lebih baik.

Ia menambahkan, peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada aspek teknis budidaya, tetapi juga kualitas sumber daya manusia. Berbagai tantangan seperti pemeliharaan tanaman yang belum optimal, pengendalian organisme pengganggu tanaman, keterbatasan permodalan, hingga pengelolaan rantai pasok memerlukan penguatan kapasitas petani melalui pengembangan hard skill maupun soft skill secara berkelanjutan.

Dalam arahannya, Kementerian Pertanian juga menyampaikan tiga pesan utama. Pertama, para instruktur diminta memberikan materi terbaik sekaligus melakukan pendampingan pascapelatihan. Kedua, peserta diharapkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara serius serta membagikan ilmu yang diperoleh kepada petani lainnya. Ketiga, pemerintah daerah didorong melakukan monitoring dan evaluasi agar ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan di lapangan.

 


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com