Konsumsi Sawit Domestik Terus Naik, Stok Nasional Menipis di Tengah Harga CPO yang Menguat

oleh -110 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono.

InfoSAWIT, JAKARTA – Meningkatnya konsumsi domestik dan ekspor membuat stok minyak sawit Indonesia kembali menyusut pada akhir April 2026. Kondisi tersebut terjadi ketika harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global masih bertahan pada level yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Merujuk laporan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), total konsumsi minyak sawit dalam negeri selama April 2026 mencapai 2,141 juta ton, meningkat 1,23 persen dibandingkan Maret yang sebesar 2,115 juta ton.

Peningkatan konsumsi terutama ditopang oleh sektor biodiesel yang naik 7,67 persen menjadi 1,137 juta ton, dari sebelumnya 1,056 juta ton. Konsumsi untuk industri oleokimia juga meningkat 6,79 persen, dari 162 ribu ton menjadi 173 ribu ton.

BACA JUGA: Produksi dan Ekspor Sawit Indonesia Menguat, Nilai Ekspor Tembus US$3,38 Miliar pada April 2026

Sebaliknya, konsumsi minyak sawit untuk sektor pangan mengalami penurunan menjadi 831 ribu ton, atau turun 7,36 persen dibandingkan Maret yang mencapai 897 ribu ton.

“Secara kumulatif Januari-April 2026, konsumsi domestik telah mencapai 8,666 juta ton, meningkat 6,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 8,171 juta ton,” tulis Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, dalam keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT, Senin (29/6/2026).

Kenaikan konsumsi dalam negeri, bersamaan dengan lonjakan ekspor, berdampak terhadap persediaan minyak sawit nasional. Dengan stok awal April sebesar 2,568 juta ton, ditambah produksi 4,903 juta ton, kemudian dikurangi konsumsi domestik 2,141 juta ton dan ekspor 2,777 juta ton, maka stok akhir April tercatat 2,558 juta ton, sedikit lebih rendah dibandingkan stok akhir Maret yang mencapai 2,568 juta ton.

BACA JUGA: KPPU Selidiki Dugaan Kartel Harga dan Potongan Timbangan TBS Sawit di Pesisir Selatan

Meski penurunan stok relatif tipis, kondisi tersebut mencerminkan pasokan yang terserap cukup kuat baik oleh pasar domestik maupun internasional.

Di sisi lain, laporan tersebut juga menunjukkan harga minyak sawit masih memberikan dukungan terhadap kinerja industri nasional. Sepanjang Januari-April 2026, rata-rata harga CPO CIF Rotterdam mencapai US$1.408 per ton, lebih tinggi dibandingkan rata-rata periode yang sama tahun 2025 yang berada di level US$1.211 per ton.

Kombinasi harga yang masih tinggi, peningkatan konsumsi dalam negeri, serta stok yang cenderung menurun dinilai menjadi faktor yang berpotensi menjaga pergerakan harga CPO tetap kuat dalam jangka pendek, selama tidak terjadi lonjakan produksi yang signifikan maupun pelemahan permintaan global.

BACA JUGA: UGM Dorong Penguatan Diplomasi Sawit Indonesia untuk Perluas Akses Pasar Global

Sementara itu, nilai ekspor produk sawit Indonesia sepanjang Januari-April 2026 turut meningkat menjadi US$13,04 miliar, naik 20,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$10,82 miliar, didorong oleh kenaikan volume ekspor dan membaiknya harga rata-rata minyak sawit dunia. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com