Melalui BPDP, Ditjenbun dan Koompasia Ilmu Teknik Pemetaan Lahan Kini Telah Sampai ke Tangan Pekebun swadaya

oleh -474 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/28 peserta Pelatihan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit Angkatan I di Gapoktan Tani Mandiri, Kabupaten Batu Bara.

InfoSAWIT, JAKARTA — Kemampuan pemetaan perkebunan kelapa sawit tidak cukup diperoleh melalui pembelajaran teori. Pemahaman mengenai batas areal, koordinat, kondisi lahan, hingga pengumpulan data membutuhkan praktik langsung agar peserta mampu menerapkannya sesuai kondisi di lapangan.

Hal tersebut menjadi bagian dari kegiatan fieldtrip yang diikuti 28 peserta Pelatihan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit Angkatan I di Gapoktan Tani Mandiri, Kabupaten Batu Bara. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026.

Para peserta yang berasal dari Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menguji sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan. Mereka juga mendapat kesempatan mengenali secara langsung karakteristik areal perkebunan serta tahapan pemetaan yang dilakukan di lapangan.

BACA JUGA: Mahasiswa UNDIP Sulap Limbah Sawit Jadi Pakan Ternak, Raih Gold Medal Nasional

Dalam praktik tersebut, peserta mempelajari sejumlah proses penting, mulai dari mengidentifikasi batas areal, menentukan titik koordinat, mengamati kondisi lahan, hingga menghimpun data lapangan. Peserta juga diperkenalkan pada penggunaan drone untuk mengambil foto udara yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber data dalam penyusunan peta citra terbaru.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pemetaan perkebunan bukan sekadar kegiatan untuk mengetahui posisi dan luas lahan. Data spasial yang dihasilkan dapat menjadi bagian penting dalam pendataan, perencanaan, pengawasan, serta pengelolaan perkebunan secara lebih terarah.

Direktur PT Koompasia Enviro Institute, Henry Marpaung, mengatakan praktik lapangan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran pemetaan. Menurutnya, pengalaman di lapangan membantu peserta memahami setiap tahapan secara lebih konkret.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw pada Rabu (12/8), Harga CPO Malaysia di Bursa Malaysia Melemah

“Pemetaan tidak cukup hanya dipahami secara teori. Peserta perlu melihat dan mempraktikkan langsung setiap tahapannya, mulai dari mengenali kondisi areal, menentukan batas dan titik lokasi, hingga mengumpulkan data,” ujar Henry, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Kamis (13/8/2026).

Ia berharap pengalaman tersebut dapat meningkatkan kesiapan peserta untuk menerapkan keterampilan pemetaan setelah kembali ke daerah masing-masing.

Apresiasi juga disampaikan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh. Mukhlis menilai kegiatan praktik memberikan pengalaman yang lebih nyata dibandingkan pembelajaran yang hanya berlangsung di ruang kelas.

BACA JUGA: Pabrik Sawit KUD Sejahtera Diresmikan, Koperasi Didorong Naik Kelas ke Hilirisasi Sawit

“Fieldtrip seperti ini sangat penting karena peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga dapat melihat dan mempraktikkan langsung proses pemetaan di lapangan,” ungkap Mukhlis.

Menurutnya, keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki proses pemetaan dan pendataan kebun di daerah asal mereka.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Tani Mandiri, Ruslan Sinaga, menyambut baik penggunaan lahan petani di wilayahnya sebagai lokasi praktik. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta pelatihan, tetapi juga membuka wawasan petani mengenai kegunaan data pemetaan dalam pengelolaan kebun.

BACA JUGA: Kementan Dorong Transformasi Sawit Nasional, Produktivitas dan Kemitraan Pekebun Jadi Kunci

“Kami merasa bersyukur dan bangga karena Gapoktan Tani Mandiri dipilih menjadi lokasi praktik. Kami juga mendapatkan pengalaman baru dan melihat bahwa pemetaan dapat membantu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi kebun,” kata Ruslan.

Dari kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman bahwa informasi mengenai batas lahan, luas areal, koordinat, serta kondisi kebun dapat menjadi dasar dalam menyusun perencanaan dan mengambil keputusan secara lebih tepat.

Pelatihan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit Angkatan I diharapkan mampu memperkuat kompetensi sumber daya manusia perkebunan, khususnya dalam pemanfaatan data spasial. Keterampilan tersebut menjadi semakin penting untuk mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang lebih tertata, produktif, dan berkelanjutan. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com