SPKS dan BPDP Dorong Hilirisasi Sawit Rakyat Lewat Produksi Pupuk Organik di Aceh Utara

oleh -237 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. SPKS untuk InfoSAWIT/SPKS bersama BPDP memperkuat upaya hilirisasi sawit rakyat dengan membekali petani dan koperasi di Kabupaten Aceh Utara kemampuan memproduksi pupuk organik berbahan baku limbah sawit.

InfoSAWIT, ACEH UTARA – Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memperkuat upaya hilirisasi sawit rakyat dengan membekali petani dan koperasi di Kabupaten Aceh Utara kemampuan memproduksi pupuk organik berbahan baku limbah sawit. Inisiatif ini diharapkan mampu membuka sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi di tingkat desa.

Program tersebut diwujudkan melalui Workshop Inisiasi Pengembangan Produk UMKM Turunan Sawit dan Praktik Lapangan Produksi Pupuk Organik Berbahan Baku Sawit, yang menjadi bagian dari agenda pemberdayaan UMKM dan koperasi petani komoditas perkebunan.

Ketua Umum SPKS, Sabarudin, menilai sebagian besar petani sawit hingga kini masih bergantung pada penjualan tandan buah segar (TBS), sehingga pendapatan mereka sangat dipengaruhi fluktuasi harga pasar. Karena itu, hilirisasi dinilai menjadi langkah strategis untuk menciptakan nilai tambah yang dapat dinikmati langsung oleh petani.

BACA JUGA: BMKG: Mayoritas Sentra Sawit Diprediksi Masuki Periode Lebih Kering hingga Oktober 2026

“Petani tidak boleh hanya menjadi produsen bahan baku. Hilirisasi sawit rakyat harus mampu menciptakan nilai tambah yang dinikmati langsung oleh petani. Salah satunya melalui pengembangan pupuk organik berbahan baku sawit yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan kebun sekaligus menjadi peluang usaha baru bagi koperasi petani. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum agar UMKM perkebunan naik kelas,” ujar Sabarudin, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan, limbah sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk organik bernilai ekonomi. Selain dapat menekan biaya pemupukan di kebun, produk tersebut juga mendukung praktik budidaya sawit yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan komitmen BPDP dalam memperkuat kapasitas petani, koperasi, dan pelaku UMKM perkebunan melalui berbagai program strategis.

BACA JUGA: Hasil Riset BPDP Harus Menjawab Kebutuhan Nyata Petani Sawit

Menurut Helmi, selain mendukung pengembangan usaha dan hilirisasi sawit rakyat, BPDP juga terus menjalankan berbagai program bagi petani, seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pengembangan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta berbagai bentuk pemberdayaan lainnya yang telah memberikan manfaat di berbagai daerah.

Ketua SPKS Aceh Utara, Abubakar AR, menambahkan bahwa pelatihan ini dirancang tidak hanya memberikan wawasan mengenai peluang hilirisasi sawit, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis memproduksi pupuk organik berbahan baku limbah sawit.

Melalui praktik lapangan, petani dan pengurus koperasi diperkenalkan pada teknik produksi yang sederhana, mudah diterapkan, serta memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi unit usaha ekonomi koperasi. Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular di sektor sawit rakyat, dengan memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai tambah.

BACA JUGA: Indonesia, Malaysia, dan Thailand Perkuat Kerja Sama Sawit Berkelanjutan, Sepakati Draf MoU Regional

SPKS menilai pengembangan pupuk organik memberikan manfaat ganda. Selain meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, usaha tersebut berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru bagi koperasi sehingga tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pemasaran hasil panen, tetapi juga sebagai pusat kegiatan ekonomi produktif bagi anggotanya.

Aceh Utara dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki basis pekebun sawit rakyat yang cukup besar serta pengalaman dalam penguatan kelembagaan koperasi. Selama ini SPKS aktif mendampingi petani di wilayah tersebut, mulai dari penguatan organisasi, pengembangan unit usaha koperasi, hingga penerapan praktik budidaya sawit berkelanjutan yang mendukung pencapaian sertifikasi RSPO.

Selain memperkuat hilirisasi sawit rakyat, program ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabanjir Aceh 2025. Pengembangan usaha berbasis pupuk organik dan produk turunan sawit diyakini dapat menciptakan peluang usaha baru serta meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga petani.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 22-28 Juli 2026 Naik Rp41,25 per Kg

Workshop tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri atas petani sawit, pengurus koperasi, pemerintah daerah, perusahaan perkebunan, akademisi, mahasiswa, dan media. SPKS berharap kegiatan ini menjadi awal lahirnya unit-unit usaha koperasi berbasis pupuk organik sawit yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat pembangunan perkebunan sawit berkelanjutan di Indonesia. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com