118 Pekebun Empat Lawang Perkuat Kompetensi Budidaya Sawit Berkelanjutan Lewat Pelatihan BPDP

oleh -316 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. IPB Training untuk InfoSAWIT/ Sebanyak 118 pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, mengikuti Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit yang digelar pada 14–19 Juli 2026 di Benston Hotel, Palembang.

InfoSAWIT, PALEMBANG – Sebanyak 118 pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, mengikuti Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit yang digelar pada 14–19 Juli 2026 di Benston Hotel, Palembang. Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit yang diinisiasi melalui kerja sama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dan IPB Training.

Pelatihan yang terbagi dalam empat angkatan, yakni Angkatan X, XI, XII, dan XIII, dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis pekebun dalam menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) guna mendorong produktivitas, efisiensi usaha, serta keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat.

Selama enam hari, peserta mendapatkan pembelajaran yang mencakup seluruh tahapan budidaya kelapa sawit, mulai dari pemahaman regulasi dan kebijakan sektor perkebunan, penggunaan benih unggul dan legal, teknik pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemanfaatan tanaman penutup tanah (legume cover crop), pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM), hingga teknik pengendalian gulma, pemupukan berimbang, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman.

BACA JUGA: PTPN IV PalmCo: Riset Sawit Harus Menjawab Kebutuhan Industri dan Petani di Tengah Tantangan B50

Dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (21/7/2026), selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti berbagai sesi praktikum dan simulasi yang bertujuan memperkuat keterampilan teknis. Praktik tersebut meliputi pengujian karakteristik pupuk melalui proses pelarutan, penggunaan pH meter dan kertas lakmus untuk mengukur tingkat keasaman tanah sebagai dasar rekomendasi pengelolaan lahan, penggunaan alat ponjok pada kegiatan pembibitan, hingga praktik pengajiran untuk menentukan titik tanam dan jarak tanam sesuai standar budidaya.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para pekebun memanfaatkan sesi diskusi untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan, mulai dari pemilihan bibit unggul, pengelolaan kebun di lahan berbukit, teknik pemangkasan (pruning), pengendalian gulma, hingga strategi pemupukan yang lebih efektif. Melalui diskusi tersebut, peserta memperoleh solusi praktis yang dapat diterapkan sesuai kondisi kebun masing-masing.

Sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik, peserta melakukan kunjungan lapangan ke PT Dutareka Mandiri. Di lokasi ini, mereka mempelajari secara langsung penerapan teknik budidaya kelapa sawit melalui empat titik pembelajaran, yakni area pembibitan (nursery), areal Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), Tanaman Menghasilkan (TM), dan stasiun sortasi.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode II-Juli 2026 Naik Rp77,19 per Kg

Pada area pembibitan, peserta mempelajari proses pengelolaan benih dan bibit unggul sesuai standar perusahaan. Di areal TBM, peserta mempraktikkan teknik kastrasi serta pengendalian gulma untuk mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman muda. Sementara di areal TM, peserta dibimbing melakukan pemangkasan pelepah sesuai standar budidaya guna menjaga produktivitas tanaman sekaligus mempermudah proses panen.

Kegiatan lapangan ditutup di stasiun sortasi, tempat peserta memperoleh pengalaman menilai mutu hasil panen. Setiap kelompok diminta melakukan penyortiran terhadap 20 tandan buah segar (TBS) berdasarkan tingkat kematangan dan kualitas sesuai standar perusahaan. Praktik tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengendalian mutu untuk meningkatkan kualitas serta nilai jual hasil panen.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh perwakilan pemerintah pusat dan daerah. Hadir mewakili Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), M. Apuk Ismane selaku Ketua Tim Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan. Turut hadir mewakili Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Mula Putra, selaku Ketua Kelompok Pemberdayaan dan Kelembagaan Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma.

BACA JUGA: Pemerintah Evaluasi Dampak B50, Dana BPDP Dipastikan Cukup Dukung Biodiesel hingga Peremajaan Sawit

Kegiatan juga dihadiri Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Herlan Kagami, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang, Hendra Lezi.

Untuk memperkaya materi pembelajaran, pelatihan menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi perkebunan kelapa sawit.

Melalui perpaduan materi teori, praktikum, diskusi, dan praktik lapangan, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan teknik budidaya sawit yang lebih baik di kebun masing-masing sehingga produktivitas, efisiensi pengelolaan, dan kualitas hasil panen terus meningkat.

BACA JUGA: B50 Dinilai Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Wamentan: Sawit Jadi Pilar Swasembada Indonesia

BPDP bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan IPB Training menegaskan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas SDM perkebunan. Dengan kapasitas pekebun yang semakin baik, produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Empat Lawang diharapkan terus meningkat dan mampu memperkuat daya saing industri sawit nasional yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekebun. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com