Produksi dan Ekspor Sawit Indonesia Menguat, Nilai Ekspor Tembus US$3,38 Miliar pada April 2026

oleh -326 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi proses CPO.

InfoSAWIT, JAKARTA – Kinerja industri minyak sawit Indonesia menunjukkan tren positif pada April 2026. Selain produksi yang terus meningkat, ekspor produk sawit juga melonjak signifikan sehingga mendorong kenaikan nilai devisa hingga hampir 30 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Merujuk laporan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), produksi Crude Palm Oil (CPO) pada April 2026 mencapai 4,479 juta ton, meningkat 1,73 persen dibandingkan Maret yang sebesar 4,403 juta ton.

Sementara itu, produksi Palm Kernel Oil (PKO) sedikit turun dari 424 ribu ton menjadi 416 ribu ton. Secara keseluruhan, total produksi CPO dan PKO mencapai 4,903 juta ton, atau naik 1,70 persen dibandingkan produksi bulan sebelumnya sebesar 4,821 juta ton.

BACA JUGA: UGM Dorong Penguatan Diplomasi Sawit Indonesia untuk Perluas Akses Pasar Global

Secara kumulatif Januari-April 2026, total produksi CPO dan PKO telah mencapai 20,461 juta ton, meningkat 13,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 18,039 juta ton.

“Seiring meningkatnya produksi, ekspor produk sawit Indonesia juga mencatat pertumbuhan yang kuat. Pada April 2026, total ekspor mencapai 2,777 juta ton, atau melonjak 28,09 persen dibandingkan Maret yang sebesar 2,168 juta ton,” tulis Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, dalam keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT, Senin (29/6/2026),

Lonjakan terbesar terjadi pada ekspor CPO yang meningkat 59,38 persen menjadi 153 ribu ton, dari sebelumnya 96 ribu ton. Sementara ekspor produk olahan minyak sawit naik 35,52 persen menjadi 2,041 juta ton. Ekspor oleokimia juga meningkat 3,85 persen menjadi 486 ribu ton, sedangkan produk olahan minyak inti sawit naik 3,19 persen menjadi 97 ribu ton.

BACA JUGA: BRIN: Karbon Aktif dari Cangkang Sawit Miliki Prospek Cerah, Layak Dikembangkan di Pasar Domestik

Hingga April 2026, volume ekspor produk sawit Indonesia mencapai 11,324 juta ton, atau meningkat 20,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 9,416 juta ton.

Berdasarkan negara tujuan, peningkatan ekspor terbesar selama April terjadi ke China dengan tambahan 118 ribu ton, disusul kawasan Afrika (97 ribu ton), Amerika Serikat (62 ribu ton), India (53 ribu ton), Timur Tengah (49 ribu ton), Pakistan (48 ribu ton), Bangladesh (40 ribu ton), serta Uni Eropa (EU-27) (7 ribu ton).

Sebaliknya, ekspor ke Rusia turun 17 ribu ton, sedangkan pengiriman ke Malaysia berkurang 9 ribu ton dibandingkan bulan sebelumnya.

BACA JUGA: Industri Sawit Hadapi Tantangan EUDR, Pabrik Sawit Tanpa Kebun Dinilai Berisiko pada Kepatuhan dan Keberlanjutan

Secara kumulatif Januari-April, peningkatan ekspor terbesar dibandingkan periode yang sama tahun 2025 tercatat menuju China yang bertambah 889 ribu ton, diikuti Afrika (327 ribu ton), India (306 ribu ton), Timur Tengah (192 ribu ton), EU-27 (87 ribu ton), Malaysia (74 ribu ton), serta Bangladesh (60 ribu ton). Sementara ekspor ke Pakistan, Rusia, dan Amerika Serikat mengalami penurunan.

Kenaikan volume pengiriman tersebut berdampak langsung terhadap nilai ekspor. Selama April 2026, nilai ekspor produk sawit Indonesia mencapai US$ 3,38 miliar, meningkat 29,50 persen dibandingkan Maret yang sebesar US$ 2,61 miliar.

Secara kumulatif Januari-April 2026, nilai ekspor telah mencapai US$ 13,04 miliar, naik 20,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 10,82 miliar.

BACA JUGA: Benny Wachjudi, Arsitek Diplomasi Sawit Indonesia dan Mantan Direktur Eksekutif CPOPC, Tutup Usia

Dalam laporan tersebut disebutkan, peningkatan nilai ekspor didukung oleh naiknya volume pengiriman sekaligus kenaikan harga rata-rata minyak sawit dunia. Selama Januari-April 2026, harga rata-rata CPO tercatat US$1.408 per ton CIF Rotterdam, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang berada di level US$1.211 per ton CIF Rotterdam. (T2)

2,141 juta ton dan ekspor 2,777 juta ton, maka stok akhir April 2026 tercatat 2,558 juta ton, lebih rendah dibandingkan stok akhir Maret yang mencapai 2,568 juta ton. (T2)

 


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com