Sawit Jadi Salah Satu Sektor Prioritas, Indonesia Bidik Investasi dan Pasar Rusia Lewat INNOPROM 2026

oleh -123 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Isitmewa/ Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat menerima kunjungan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov bersama Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia di Indonesia Alexander Masaltsev di Jakarta.

InfoSAWIT, JAKARTA – Industri kelapa sawit menjadi salah satu sektor strategis yang akan dipromosikan Indonesia dalam ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Pemerintah memanfaatkan pameran industri internasional tersebut untuk memperluas peluang investasi, memperkuat akses pasar ekspor, sekaligus mendorong kerja sama teknologi dan manufaktur dengan Rusia.

Dalam keterangan resmi Kementerian Perindustrian yang diperoleh InfoSAWIT, Jumat (26/6/2026), penguatan hubungan bilateral Indonesia-Rusia dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya saing industri nasional, termasuk memperkuat posisi sektor sawit di pasar global dan kawasan Eurasia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, keikutsertaan Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026 merupakan momentum strategis untuk meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara melalui berbagai kerja sama industri.

BACA JUGA: Pabrik Sawit Tanpa Kebun Dinilai Ganggu Tata Niaga Sawit, Khawatirkan Kaburkan Keterlacakan Pasokan

“Kepercayaan ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama industri dan menghasilkan kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi Indonesia dan Rusia,” ujar Agus saat menerima kunjungan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov bersama Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia di Indonesia Alexander Masaltsev di Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas berbagai persiapan menjelang penyelenggaraan INNOPROM 2026 yang akan berlangsung pada 6–9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Selain persiapan pameran, kedua negara juga menjajaki penguatan kerja sama industri melalui rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang akan menjadi payung kolaborasi di berbagai sektor strategis.

Indonesia dan Rusia juga berkomitmen mempercepat implementasi dua nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada Desember 2025, yakni kerja sama di bidang industri perkapalan serta kajian ilmiah mengenai penggunaan asbes krisotil yang aman. Implementasi kedua kesepakatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan program nyata yang mendukung peningkatan kapasitas industri dan mempererat kemitraan bisnis kedua negara.

BACA JUGA: Dubes Negara Sahabat Kagumi Kuliner Tradisional NTT, Ulat Bambu Jadi Sorotan di Jakarta

Pada INNOPROM 2026, Indonesia akan membawa sekitar 50 perusahaan dari berbagai sektor manufaktur unggulan, meliputi industri makanan dan minuman, permesinan, elektronik, furnitur, industri digital, energi hijau hingga manufaktur berorientasi ekspor. Kehadiran pelaku industri nasional tersebut diharapkan membuka peluang investasi baru serta memperluas akses pasar Indonesia ke Rusia dan negara-negara Eurasia.

Bagi industri sawit, ajang ini juga menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan potensi hilirisasi dan keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia. Pemerintah akan menggelar sejumlah forum bisnis dan diskusi panel yang membahas berbagai sektor potensial, termasuk industri kelapa sawit, petrokimia, aluminium, perkapalan, serta pengembangan kawasan industri.

Forum tersebut diharapkan menjadi wadah bagi pelaku usaha, investor, dan pemangku kepentingan dari kedua negara untuk menjajaki peluang kerja sama baru, memperkuat investasi, sekaligus memperluas perdagangan produk industri Indonesia, termasuk produk-produk turunan sawit yang memiliki nilai tambah tinggi.

BACA JUGA: BGA Perkuat Kapasitas Petani Sawit Swadaya di Ketapang Lewat Pelatihan Budidaya Berkelanjutan

Menutup pertemuan tersebut, Agus optimistis kerja sama industri antara Indonesia dan Rusia akan semakin erat melalui berbagai agenda yang telah disiapkan menjelang INNOPROM 2026.

“Kami yakin kerja sama yang erat antara Indonesia dan Rusia akan menghasilkan manfaat yang nyata bagi kedua negara. Melalui INNOPROM 2026, kami harap semakin banyak peluang investasi, perdagangan, transfer teknologi, dan kemitraan industri yang dapat diwujudkan untuk mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan,” ujar Agus. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com