Produktivitas dan Laba Naik, CSRA Perkuat Strategi Keberlanjutan di Tengah Tekanan Biaya

oleh -2.388 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. CSRA Untuk InfoSAWIT/Tanki timbun CPO PT CSR.

InfoSAWIT, JAKARTA – PT Cisadane Sawit Raya Tbk. (CSRA) terus memperkuat implementasi prinsip keberlanjutan di seluruh lini operasional, seiring dengan peningkatan kinerja produksi dan keuangan sepanjang tahun buku 2025.

Perseroan mencatat total luas lahan tertanam inti mencapai 20.890,6 hektare pada 2025, meningkat 4,1% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 20.067,6 hektare. Dari total tersebut, seluas 17.644 hektare merupakan tanaman menghasilkan (mature), yang mencerminkan struktur kebun yang produktif.

Profil usia tanaman juga menunjukkan dominasi tanaman muda dan produktif. Tanaman berusia 4–7 tahun tercatat seluas 2.018,8 hektare, usia 8–17 tahun mencapai 11.337,2 hektare, sementara tanaman di atas 18 tahun seluas 4.288 hektare.

BACA JUGA: Transaksi Jumbo Rp18,77 Triliun Warnai Saham FAP Agri, Ini yang Terjadi di Balik Crossing

Sejalan dengan kondisi tersebut, produksi tandan buah segar (TBS) inti meningkat menjadi 354.290 ton pada 2025, dibandingkan 319.085 ton pada 2024. Perseroan mencatat pertumbuhan produksi dengan tingkat Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 2,9% sejak 2020.

Dari sisi kinerja keuangan, CSRA membukukan laba kotor sebesar Rp657,23 miliar pada 2025, naik 35,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba operasional tercatat Rp420,30 miliar dengan margin usaha sebesar 22,3%.

Kinerja tersebut turut mendorong laba bersih menjadi Rp272,56 miliar. Namun demikian, margin bersih tercatat turun menjadi 14,4% dari sebelumnya 20,1% pada 2024.

BACA JUGA: Komunikasi Korporasi sebagai Mitra Strategis Direksi

“Penurunan marjin bersih kali ini disebabkan oleh besarnya pembelian TBS luar dalam rangka mengoptimalkan utilisasi ketiga PKS yang dimiliki Perusahaan,” ungkap manajemen dalam keterangan resmi ditulis InfoSAWIT, Minggu (29/3/2026).

Perseroan menyebut strategi penetapan harga, optimalisasi produksi, serta efisiensi operasional terus dijalankan guna meredam berbagai tantangan industri, termasuk tekanan biaya.

“Manajemen terus memperkuat efektivitas dan produktivitas dengan mengedepankan optimalisasi biaya serta penerapan disiplin pengendalian biaya, guna mendukung peningkatan kinerja laba operasional dan pemulihan marjin bersih pada tahun 2026,” ungkap manajemen dalam keterangannya.

BACA JUGA: Wisata Kali Biru di Tengah Kebun Sawit Manokwari Diminati, Kebersihan Jadi Perhatian

Dengan kombinasi ekspansi lahan, profil tanaman produktif, serta penguatan efisiensi, CSRA optimistis dapat menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing di industri kelapa sawit nasional. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com