Pakar Nutrisi India: Minyak Sawit Dinilai Strategis untuk Perbaikan Nutrisi di Negara Berkembang

oleh -303 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Prof. Vijaya Khader, mantan Dekan Acharya N.G. Ranga Agricultural University sekaligus pakar nutrisi.

InfoSAWIT, India – Di tengah meningkatnya kebutuhan minyak nabati global dan masih besarnya tantangan kekurangan gizi di banyak negara berkembang, minyak sawit dinilai memiliki peran strategis sebagai sumber energi pangan yang terjangkau sekaligus kaya nutrisi. Di balik perdebatan yang kerap menyertainya, minyak sawit menyimpan potensi besar sebagai salah satu instrumen pendukung ketahanan pangan dan perbaikan kualitas gizi masyarakat.

Prof. Vijaya Khader, mantan Dekan Acharya N.G. Ranga Agricultural University sekaligus pakar nutrisi, menilai minyak sawit memiliki kombinasi kandungan energi, vitamin, antioksidan, dan profil lemak yang menjadikannya relevan dalam mendukung kebutuhan gizi masyarakat, khususnya di kawasan yang masih menghadapi keterbatasan akses pangan bergizi.

“Minyak sawit bukan hanya sumber energi yang efisien, tetapi juga mengandung mikronutrien penting yang dapat membantu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama di negara berkembang,” ujar Prof. Vijaya Khader, dalam opininya yang dilihat InfoSAWIT, Senin (4/5/2026).

Menurut dia, dengan kandungan sekitar 9 kilokalori per gram, minyak sawit termasuk bahan pangan dengan kepadatan energi tinggi yang setara dengan minyak nabati utama lainnya. Satu sendok makan atau sekitar 14 gram minyak sawit dapat menyumbang sekitar 120 kilokalori, menjadikannya sumber energi yang bernilai bagi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan asupan kalori harian.

“Dengan kepadatan energi yang tinggi, minyak sawit dapat menjadi sumber kalori yang terjangkau bagi masyarakat yang masih menghadapi tantangan kekurangan asupan energi harian,” katanya.

Selain menjadi sumber energi, minyak sawit juga diketahui kaya akan nutrisi penting. Kandungan vitamin E di dalamnya, termasuk senyawa tokotrienol, berfungsi sebagai antioksidan alami yang membantu melindungi pembuluh darah dan sel saraf, sekaligus mendukung kesehatan jantung dan otak. Dalam takaran satu sendok makan, minyak sawit bahkan disebut mampu memenuhi hingga 14 persen kebutuhan harian vitamin E.

Minyak sawit juga mengandung karotenoid provitamin A, yang kemudian diubah tubuh menjadi vitamin A, nutrisi penting untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan penglihatan.

“Kandungan vitamin E, tokotrienol, dan provitamin A dalam minyak sawit menjadikannya bahan pangan yang memiliki nilai tambah bagi kesehatan, mulai dari mendukung imunitas hingga menjaga fungsi jantung dan otak,” jelas Prof. Vijaya Khader.

Lebih jauh, berbagai studi menunjukkan minyak sawit dapat menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan lemak trans maupun sejumlah lemak hewani. Penggunaan minyak sawit sebagai pengganti mentega dan lemak hewani dilaporkan dapat membantu menurunkan kolesterol total dan kolesterol LDL (kolesterol jahat), serta pada kondisi tertentu berpotensi meningkatkan kolesterol HDL (kolesterol baik). Karena tidak memerlukan proses hidrogenasi, minyak sawit juga tidak menghasilkan lemak trans yang berisiko bagi kesehatan jantung.

Tak hanya itu, minyak sawit berperan dalam membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K. Kandungan antioksidan dan asam lemak di dalamnya membantu menjaga kesehatan lapisan usus, meningkatkan penyerapan zat gizi, serta mendukung kesehatan sistem pencernaan. Bahkan, ekstrak buah kelapa sawit disebut dapat mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus dan meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek yang bermanfaat bagi mikrobioma.

“Jika dikonsumsi dalam jumlah yang moderat sebagai bagian dari pola makan seimbang, minyak sawit dapat berkontribusi positif terhadap kesehatan sekaligus mendukung ketahanan pangan,” ungkap Prof. Vijaya Khader.

Dengan kombinasi manfaat tersebut, minyak sawit dinilai dapat menjadi bagian penting dari strategi peningkatan nutrisi di negara berkembang, termasuk India, yang masih menghadapi tantangan pemenuhan gizi masyarakat secara merata.

“Negara berkembang memiliki peluang besar untuk memanfaatkan potensi minyak sawit sebagai bagian dari strategi peningkatan nutrisi masyarakat dan kualitas hidup yang lebih baik,” tegas Prof. Vijaya Khader. (T2)

InfoSAWIT, India – Di tengah meningkatnya kebutuhan minyak nabati global dan masih besarnya tantangan kekurangan gizi di banyak negara berkembang, minyak sawit dinilai memiliki peran strategis sebagai sumber energi pangan yang terjangkau sekaligus kaya nutrisi. Di balik perdebatan yang kerap menyertainya, minyak sawit menyimpan potensi besar sebagai salah satu instrumen pendukung ketahanan pangan dan perbaikan kualitas gizi masyarakat.

Prof. Vijaya Khader, mantan Dekan Acharya N.G. Ranga Agricultural University sekaligus pakar nutrisi, menilai minyak sawit memiliki kombinasi kandungan energi, vitamin, antioksidan, dan profil lemak yang menjadikannya relevan dalam mendukung kebutuhan gizi masyarakat, khususnya di kawasan yang masih menghadapi keterbatasan akses pangan bergizi.

“Minyak sawit bukan hanya sumber energi yang efisien, tetapi juga mengandung mikronutrien penting yang dapat membantu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama di negara berkembang,” ujar Prof. Vijaya Khader, dalam opininya yang dilihat InfoSAWIT, Senin (4/5/2026).

BACA JUGA: SSMS Catat Ketertelusuran 2 Juta Ton TBS Sawit, 100% Operasional Sudah Bersertifikat ISPO

Menurut dia, dengan kandungan sekitar 9 kilokalori per gram, minyak sawit termasuk bahan pangan dengan kepadatan energi tinggi yang setara dengan minyak nabati utama lainnya. Satu sendok makan atau sekitar 14 gram minyak sawit dapat menyumbang sekitar 120 kilokalori, menjadikannya sumber energi yang bernilai bagi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan asupan kalori harian.

“Dengan kepadatan energi yang tinggi, minyak sawit dapat menjadi sumber kalori yang terjangkau bagi masyarakat yang masih menghadapi tantangan kekurangan asupan energi harian,” katanya.

Selain menjadi sumber energi, minyak sawit juga diketahui kaya akan nutrisi penting. Kandungan vitamin E di dalamnya, termasuk senyawa tokotrienol, berfungsi sebagai antioksidan alami yang membantu melindungi pembuluh darah dan sel saraf, sekaligus mendukung kesehatan jantung dan otak. Dalam takaran satu sendok makan, minyak sawit bahkan disebut mampu memenuhi hingga 14 persen kebutuhan harian vitamin E.

BACA JUGA: BPDP Minta Proposal Riset 2026 Sajikan Target Dampak Terukur dan Roadmap Hilirisasi yang Jelas

Minyak sawit juga mengandung karotenoid provitamin A, yang kemudian diubah tubuh menjadi vitamin A, nutrisi penting untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan penglihatan.

“Kandungan vitamin E, tokotrienol, dan provitamin A dalam minyak sawit menjadikannya bahan pangan yang memiliki nilai tambah bagi kesehatan, mulai dari mendukung imunitas hingga menjaga fungsi jantung dan otak,” jelas Prof. Vijaya Khader.

Lebih jauh, berbagai studi menunjukkan minyak sawit dapat menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan lemak trans maupun sejumlah lemak hewani. Penggunaan minyak sawit sebagai pengganti mentega dan lemak hewani dilaporkan dapat membantu menurunkan kolesterol total dan kolesterol LDL (kolesterol jahat), serta pada kondisi tertentu berpotensi meningkatkan kolesterol HDL (kolesterol baik). Karena tidak memerlukan proses hidrogenasi, minyak sawit juga tidak menghasilkan lemak trans yang berisiko bagi kesehatan jantung.

BACA JUGA: Pekebun Sawit Perlu Tahu, Sensus Buah Hitam untuk Prediksi Produksi dan Kebutuhan Panen

Tak hanya itu, minyak sawit berperan dalam membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K. Kandungan antioksidan dan asam lemak di dalamnya membantu menjaga kesehatan lapisan usus, meningkatkan penyerapan zat gizi, serta mendukung kesehatan sistem pencernaan. Bahkan, ekstrak buah kelapa sawit disebut dapat mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus dan meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek yang bermanfaat bagi mikrobioma.

“Jika dikonsumsi dalam jumlah yang moderat sebagai bagian dari pola makan seimbang, minyak sawit dapat berkontribusi positif terhadap kesehatan sekaligus mendukung ketahanan pangan,” ungkap Prof. Vijaya Khader.

Dengan kombinasi manfaat tersebut, minyak sawit dinilai dapat menjadi bagian penting dari strategi peningkatan nutrisi di negara berkembang, termasuk India, yang masih menghadapi tantangan pemenuhan gizi masyarakat secara merata.

BACA JUGA: Sawit sebagai Model Swasembada dan Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi

“Negara berkembang memiliki peluang besar untuk memanfaatkan potensi minyak sawit sebagai bagian dari strategi peningkatan nutrisi masyarakat dan kualitas hidup yang lebih baik,” tegas Prof. Vijaya Khader. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com