SSMS Catat Ketertelusuran 2 Juta Ton TBS Sawit, 100% Operasional Sudah Bersertifikat ISPO

oleh -182 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Direktur Sustainability PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., Henky Satrio Wibowo.

InfoSAWIT, JAKARTA – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. terus mempertegas komitmennya terhadap praktik kelapa sawit berkelanjutan melalui penguatan sertifikasi, peningkatan ketertelusuran rantai pasok, pemberdayaan petani swadaya, hingga pelaksanaan program konservasi lingkungan dan keanekaragaman hayati di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Direktur Sustainability PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., Henky Satrio Wibowo, menegaskan bahwa seluruh operasional Perseroan saat ini telah 100 persen tersertifikasi ISPO, sekaligus memenuhi standar keberlanjutan global melalui sertifikasi RSPO. Selain itu, Perseroan juga memperkuat tata kelola mutu, lingkungan, dan keselamatan kerja melalui penerapan ISO 9001, ISO 14001, serta ISO 45001.

“Komitmen kami adalah memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai standar keberlanjutan nasional maupun internasional, sekaligus menjaga agar setiap produk yang dihasilkan memiliki akuntabilitas dan ketertelusuran yang jelas,” ujar Henky dalam Paparan Publik Tahunan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., yang dihadiri InfoSAWIT, Kamis (30/4/2026).

BACA JUGA: Total BK dan PE CPO Mei 2026 Capai US$ 309,20 per Ton, Harga Referensi Naik ke US$ 1.049,58

 

Dorong Sertifikasi Petani Swadaya

Tak hanya fokus pada operasional internal, Perseroan juga memperluas dampak keberlanjutan melalui pendampingan kepada petani sawit swadaya agar mampu menerapkan praktik budidaya berkelanjutan dan memperoleh sertifikasi RSPO.

Salah satu inisiatif tersebut diwujudkan melalui pembinaan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM) yang saat ini memiliki sekitar 774 anggota dengan total luasan kebun mencapai 1.747,73 hektare. Selain itu, Perseroan juga menginisiasi pembentukan BUMDes Berkah Mulia Jaya yang beranggotakan 506 petani dengan cakupan kebun mendekati 2.000 hektare.

Henky menjelaskan, pada tahun ini Perseroan berencana memperluas program serupa kepada asosiasi petani sawit lainnya di sekitar wilayah operasional agar manfaat ekonomi dan sosial dari industri sawit berkelanjutan semakin dirasakan masyarakat.

BACA JUGA: Sawit Sumbang 3,5% PDB, Ekspor 2025 Tembus US$40 Miliar

“Keberlanjutan bukan hanya tentang perusahaan, tetapi juga bagaimana petani swadaya dan komunitas sekitar dapat tumbuh bersama melalui praktik sawit yang bertanggung jawab,” jelasnya.

 

Ketertelusuran TBS Capai 100 Persen

Dalam aspek rantai pasok, SSMS mencatat capaian traceability atau ketertelusuran bahan baku hingga 100 persen. Ketertelusuran tersebut mencakup pasokan TBS dari kebun inti sekitar 1,4 juta ton, kebun plasma sekitar 44,4 ribu ton, serta pasokan pihak ketiga sekitar 516 ribu ton, dengan total sourcing mencapai sekitar 2 juta ton TBS.

Pencapaian ini menjadi fondasi penting dalam memastikan seluruh produksi Perseroan dapat dipertanggungjawabkan dari sisi asal bahan baku, kepatuhan standar keberlanjutan, hingga transparansi dalam rantai pasok global.

BACA JUGA: Produksi TBS dan CPO PT Sawit Sumbermas Sarana Meningkat Sepanjang 2025, Efisiensi Pabrik Jadi Pendorong 

 

Jalankan Program Karbon dan Konservasi Orangutan

Di sektor lingkungan, Perseroan juga menjalankan berbagai program pengelolaan karbon dan konservasi keanekaragaman hayati. Upaya tersebut meliputi penghitungan emisi dari sejumlah sektor, mulai dari penggunaan energi, operasional perkebunan, hingga sektor kehutanan dan pengelolaan lahan.

Pada saat yang sama, SSMS aktif menjalankan program perlindungan habitat satwa liar, termasuk konservasi orangutan melalui kolaborasi dengan Borneo Orangutan Survival Foundation, sebagai bagian dari komitmen menjaga ekosistem di sekitar area operasional.

Selain itu, Perseroan juga terlibat dalam sejumlah program social forestry melalui pendampingan hutan kemasyarakatan dan hutan desa di wilayah sekitar konsesi, guna memperkuat keseimbangan antara kegiatan usaha, pemberdayaan masyarakat, dan perlindungan lingkungan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode II-April 2026 Naik Rp. 107,91 per Kg

Berbagai langkah tersebut, menurut Henky, merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan keberadaan industri sawit tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi masyarakat sekitar serta menjaga kelestarian biodiversitas di kawasan operasional. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com