Menurut Prabowo, seluruh potensi tersebut harus dimanfaatkan secara optimal agar Indonesia mampu menghadapi dinamika geopolitik dan ketidakpastian pasokan energi global.
Terkait biodiesel, Presiden mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya mendorong implementasi campuran biodiesel yang lebih tinggi, bahkan hingga B100. Namun, berdasarkan kajian teknis pemerintah, implementasi B50 dinilai telah mampu menghilangkan kebutuhan impor solar.
“Saya sejak awal mendorong menuju B100. Tetapi para menteri meyakinkan bahwa dengan B50 saja Indonesia sudah tidak perlu lagi mengimpor solar dari luar negeri,” ujarnya.
Prabowo menegaskan, keberhasilan implementasi B50 bukan hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka pasar yang lebih besar bagi minyak sawit domestik, meningkatkan nilai tambah industri, serta memberikan manfaat langsung bagi jutaan petani sawit di seluruh Indonesia.
“B50 adalah simbol keberanian Indonesia untuk berdiri di atas kekuatan dan sumber dayanya sendiri. Ini menjadi langkah strategis menuju bangsa yang lebih mandiri, berdaulat, dan tangguh menghadapi tantangan global,” pungkasnya. (T2)
