B50 Dinilai Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Wamentan: Sawit Jadi Pilar Swasembada Indonesia

oleh -566 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.

InfoSAWIT, JAKARTA – Program mandatori biodiesel B50 kembali ditegaskan sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengoptimalkan peran industri sawit Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa sektor pertanian mampu menjadi fondasi penting dalam mewujudkan swasembada energi yang sejalan dengan visi pembangunan Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat membuka kegiatan Leaders Briefing di Auditorium PLN, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Dalam forum yang dihadiri para pemimpin lintas sektor tersebut, Sudaryono menjelaskan bahwa pemerintah mengusung pendekatan Best Fast Result (BFR), yakni menghasilkan capaian terbaik melalui pelaksanaan kebijakan yang cepat dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Menurut Sudaryono, Presiden Prabowo Subianto menginginkan seluruh potensi nasional, mulai dari sektor pertanian hingga energi, dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun kemandirian bangsa.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 17-23 Juli 2026 Cenderung Stagnan

“Presiden menginginkan program-program strategis dijalankan dengan prinsip Best Fast Result. Potensi swasembada pangan maupun swasembada energi tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus segera diwujudkan menjadi kenyataan,” ujarnya, dalam keterangahn resmi diperoleh InfoSAWIT, Senin (20/7/2026).

Ia menilai implementasi biodiesel B50 merupakan contoh konkret bagaimana Indonesia mampu memanfaatkan kekuatan sektor sawit sebagai sumber energi terbarukan. Dengan komposisi campuran biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 50 persen, ketergantungan terhadap impor bahan bakar diesel dapat ditekan secara signifikan.

Menurutnya, kebijakan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa hasil produksi petani sawit nasional memiliki kontribusi langsung terhadap ketahanan energi Indonesia.

BACA JUGA: KPBN Perkuat Budaya Antisuap, Mitra Bisnis Diajak Terapkan ISO 37001:2016

“Dengan B50, kebutuhan biodiesel tidak lagi sepenuhnya bergantung pada impor. Separuh komponennya berasal dari minyak sawit yang diproduksi petani Indonesia. Ini membuktikan bahwa negara agraris mampu mengoptimalkan sumber daya domestiknya untuk mencapai swasembada energi,” katanya.

Sudaryono menambahkan, keberhasilan memperkuat sektor energi tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam membangun ketahanan pangan. Pengalaman selama pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri ketika negara-negara produsen lebih memprioritaskan kebutuhan domestiknya.

“Dari pengalaman itu, Indonesia bekerja keras hingga mampu memperkuat swasembada pangan. Setelah itu, pemerintah bergerak lebih jauh dengan mempercepat terwujudnya swasembada energi,” jelasnya.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Tipis pada Jumat (17/7), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Lanjut Melemah

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa konsep Best Fast Result menjadi pendekatan utama pemerintah dalam mengeksekusi berbagai program strategis nasional. Menurutnya, manfaat pembangunan harus dapat dirasakan masyarakat dalam waktu yang lebih cepat melalui kebijakan yang terukur dan tepat sasaran.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo, menilai penguatan ketahanan energi semakin mendesak di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global dan fluktuasi harga energi dunia.

Menurut Hashim, arah kebijakan pemerintah tidak hanya berfokus pada percepatan swasembada energi, tetapi juga mendorong hilirisasi industri, memperkuat konektivitas nasional, serta mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com