Indonesia, Malaysia, dan Thailand Perkuat Kerja Sama Sawit Berkelanjutan, Sepakati Draf MoU Regional

oleh -189 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ The 4th Project Implementation Team (PIT) Palm Oil Cooperation (POC) Meeting.

InfoSAWIT, MEDAN – Indonesia, Malaysia, dan Thailand semakin mempererat kerja sama strategis dalam pengembangan industri kelapa sawit berkelanjutan melalui The 4th Project Implementation Team (PIT) Palm Oil Cooperation (POC) Meeting, yang menjadi bagian dari rangkaian The 19th Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Working Group on Agriculture and Agribusiness (WGAA) Meeting di Medan, Selasa (21/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi forum penting bagi tiga negara produsen utama minyak sawit dunia untuk menyusun langkah bersama dalam menghadapi tantangan industri global, mulai dari peningkatan produktivitas, pengembangan hilirisasi, penguatan keberlanjutan, pemberdayaan pekebun rakyat, hingga memperluas akses pasar internasional.

Indonesia, Malaysia, dan Thailand secara kolektif menyumbang sekitar 87 persen produksi minyak sawit dunia. Dengan kontribusi sebesar itu, kolaborasi di bawah kerangka IMT-GT dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan minyak sawit global sekaligus meningkatkan daya saing industri sawit kawasan.

BACA JUGA: GAPKI Dorong Riset Sawit Berorientasi Solusi, Fokus Jawab Tantangan Industri Berkelanjutan

Pertemuan dipimpin Chairman PIT Palm Oil Cooperation, Dato’ Razali bin Mohamad. Delegasi Indonesia dipimpin Head of Delegation (HoD) Indonesia sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Hendratmojo Bagus Hudoro. Sementara delegasi Malaysia dipimpin Norhayati binti Md. Husin dan Thailand dipimpin Ms. Hirunya Srasom.

Dalam sambutannya, Hendratmojo Bagus Hudoro menekankan bahwa kerja sama regional menjadi semakin penting di tengah dinamika perdagangan internasional, meningkatnya tuntutan terhadap praktik keberlanjutan, serta dampak perubahan iklim yang memengaruhi sektor perkebunan.

Menurutnya, kolaborasi IMT-GT perlu terus diarahkan untuk mempercepat peningkatan produktivitas perkebunan, mendorong hilirisasi industri, memperkuat kapasitas pekebun rakyat, mengembangkan inovasi teknologi, serta menyelaraskan berbagai kebijakan yang mendukung pembangunan industri kelapa sawit berkelanjutan.

BACA JUGA: BPDP Pastikan Program SDM Sawit Berlanjut, Eddy Abdurrachman: B50 Perkuat Energi Nasional dan Pangkas Emisi

Dilansir InfoSAWIT dari Kementerian Pertanian, Kamis (23/7/2026), salah satu hasil utama pertemuan adalah tercapainya kesepakatan seluruh negara anggota terhadap substansi Memorandum of Understanding (MoU) on Palm Oil Cooperation under IMT-GT. Kesepakatan tersebut menjadi tonggak baru dalam memperkuat kemitraan regional di sektor kelapa sawit.

MoU tersebut akan menjadi dasar kerja sama di berbagai bidang strategis, termasuk peningkatan produktivitas perkebunan, pengembangan industri hilir, penguatan sistem ketertelusuran (traceability), penerapan praktik budidaya berkelanjutan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, hingga pertukaran data, informasi, serta pengalaman antarketiga negara.

Para delegasi juga mengusulkan agar penandatanganan MoU dilakukan pada The 32nd IMT-GT Ministerial Meeting yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Penandatanganan di tingkat menteri tersebut diharapkan menjadi bentuk komitmen politik yang lebih kuat dalam memperkokoh kerja sama strategis sektor kelapa sawit di kawasan.

BACA JUGA: 99 Pekebun Musi Rawas Dibekali Teknik Budidaya Sawit Berkelanjutan, BPDP Perkuat Kompetensi SDM Perkebunan

Selain menyepakati substansi MoU, forum juga mengadopsi Terms of Reference (ToR) PIT Palm Oil Cooperation sebagai pedoman pelaksanaan berbagai program kolaborasi di masa mendatang. Dokumen tersebut akan menjadi acuan dalam mekanisme koordinasi, implementasi kegiatan, hingga pembagian peran masing-masing negara dalam menjalankan agenda bersama.

Dalam pertemuan itu, para peserta turut memberikan apresiasi terhadap keberhasilan penyelenggaraan Webinar on Oil Palm Smallholder Empowerment pada Juni 2026. Kegiatan tersebut dinilai berhasil menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam meningkatkan kapasitas serta kesejahteraan pekebun kelapa sawit rakyat.

Perwakilan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Normansyah Syahrudin, berharap berbagai rekomendasi yang dihasilkan dari webinar tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi program konkret yang mampu memperkuat pemberdayaan pekebun sawit. Atas keberhasilan penyelenggaraannya, forum juga mengusulkan agar kegiatan serupa kembali dimasukkan dalam program kerja tahun 2027.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode II-Juli 2026 Naik Rp77,19 per Kg

Membahas agenda selanjutnya, Malaysia menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan PIT Palm Oil Cooperation berikutnya. Para peserta juga menyepakati bahwa The 5th PIT POC Meeting akan digelar secara virtual, sedangkan The 6th PIT POC Meeting akan dilaksanakan secara tatap muka bersamaan dengan penyelenggaraan WGAA Meeting.

Berbagai kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut semakin menegaskan komitmen Indonesia, Malaysia, dan Thailand untuk membangun industri kelapa sawit yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan kompetitif. Melalui sinergi regional yang semakin erat, ketiga negara berharap dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi pekebun, pelaku usaha, serta memperkuat posisi kawasan sebagai pusat produksi minyak sawit dunia. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com