Perusahaan Sawit di Kutai Timur Didorong Perkuat Kepemimpinan Perempuan dan Budaya Kerja Inklusif

oleh -160 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Jajaran Pemkab Kutim dan peserta sosialisai PUG.

InfoSAWIT, KUTAI TIMUR – Upaya memperkuat kesetaraan gender di industri kelapa sawit terus digencarkan di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Pemerintah daerah bersama sejumlah pemangku kepentingan mendorong perusahaan perkebunan untuk membuka ruang kepemimpinan yang lebih luas bagi perempuan sekaligus memperkuat penerapan norma kerja layak di lingkungan usaha.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi Implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) yang digelar di PT Dinamika Prima Artha dan PT Kemilau Indah Nusantara, Kecamatan Bengalon, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari sosialisasi serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di PT Indonesia Plantation Sinergi Sangkulirang dan PT Fairco Agro Mandiri Kaliorang.

Program ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distrannaker) Kutai Timur, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur, serta Yayasan Solidaridad Network Indonesia sebagai bagian dari upaya membangun praktik ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di sektor perkebunan.

BACA JUGA: RSPO Dorong Transformasi Sawit Berkelanjutan di China, Konsumsi CSPO Tembus 550 Ribu Ton

Mengusung tema “Membuka Peluang Kepemimpinan Perempuan di Sektor Perkebunan Kelapa Sawit dan Norma-Norma Kerja Layak bagi Pekerja Perempuan dan Istri Pekerja Perusahaan Kelapa Sawit”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman perusahaan dan pekerja mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman, bebas diskriminasi, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh tenaga kerja.

Dilansir InfoSAWIT dari Pemda Kutai Timur, Minggu (26/7/2026), Kepala Distrannaker Kutai Timur, Sulisman, mengatakan industri kelapa sawit memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, penerapan hubungan industrial yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan gender menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan sektor tersebut.

Ia menilai perempuan memiliki kapasitas yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan perkebunan sawit. Oleh sebab itu, perusahaan didorong memberikan kesempatan yang lebih luas kepada pekerja perempuan untuk mengembangkan karier hingga menduduki posisi strategis sesuai kompetensi yang dimiliki.

BACA JUGA: Pekerja Kebun Sawit di Siak Nyaris Diserang Harimau Sumatera, BBKSDA Riau Perketat Pemantauan

Senada dengan itu, Kepala DP3A Kutai Timur, Idham Cholid, menjelaskan bahwa pengarusutamaan gender merupakan strategi pembangunan yang memastikan perempuan dan laki-laki memperoleh kesempatan, akses, partisipasi, kontrol, serta manfaat yang setara dalam setiap proses pembangunan.

Menurutnya, implementasi PUG di lingkungan perusahaan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan hak-hak pekerja perempuan, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk menciptakan sistem manajemen sumber daya manusia yang lebih adil dan profesional.

Dalam sesi pemaparan, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Distrannaker Kutai Timur, Ramli, mengulas pentingnya penerapan norma kerja layak, termasuk pemenuhan hak pekerja sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, perlindungan bagi pekerja perempuan, kesempatan kerja tanpa diskriminasi, serta penguatan hubungan industrial yang harmonis.

BACA JUGA: Agrinas Palma Nusantara Jajaki Kemitraan dengan Ashok Leyland, Fokus Modernisasi Logistik dan Hilirisasi Sawit

Sementara itu, Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Kalimantan Timur, Andriansyah, mengingatkan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Menurutnya, budaya keselamatan kerja harus menjadi tanggung jawab bersama antara perusahaan dan pekerja guna menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif.

Yayasan Solidaridad Network Indonesia yang diwakili Martinus Martin turut berpartisipasi sebagai mitra pembangunan dengan memberikan dukungan terhadap penguatan praktik ketenagakerjaan berkelanjutan di sektor perkebunan, khususnya melalui implementasi prinsip kesetaraan gender dan perlindungan tenaga kerja.

Sosialisasi yang diikuti jajaran manajemen PT Dinamika Prima Artha, PT Kemilau Indah Nusantara, serta para pekerja dari kedua perusahaan berlangsung dinamis. Berbagai isu, mulai dari implementasi pengarusutamaan gender, perlindungan pekerja perempuan, penerapan keselamatan kerja, hingga pengembangan jenjang karier bagi perempuan menjadi topik diskusi yang mendapat perhatian peserta.

BACA JUGA: Indonesia Punya Modal Besar Kembangkan SAF, Industri Sawit Dinilai Berperan Penting dalam Transisi Energi Penerbangan

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, pemerintah berharap semakin banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit yang menerapkan kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif, berkeadilan, dan berperspektif gender. Langkah ini diyakini mampu memperkuat hubungan industrial sekaligus meningkatkan daya saing industri sawit yang berkelanjutan di Kutai Timur. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com