DHE SDA 50 Persen, GAPKI Minta Kebijakan Tetap Jaga Likuiditas dan Daya Saing Sawit

oleh -405 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Rencana pemerintah meningkatkan kewajiban penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) menjadi 50 persen mendapat perhatian dari pelaku industri kelapa sawit.

Di sisi lain, fundamental ekspor minyak sawit Indonesia masih menunjukkan kinerja yang relatif kuat. Data GAPKI mencatat volume ekspor sawit Indonesia sepanjang 2025 mencapai 32,3 juta ton, naik 9,5 persen dibandingkan 29,5 juta ton pada 2024.

Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang oleh permintaan pasar global dan harga minyak sawit yang masih kompetitif dibandingkan sejumlah minyak nabati lainnya.

 

Ekspor Sawit 2026 Masih Tumbuh

Memasuki 2026, volume ekspor sawit diperkirakan mengalami penyesuaian seiring dengan penerapan kebijakan B50. Kendati demikian, harga crude palm oil (CPO) diproyeksikan tetap berada pada level relatif kuat, sekitar USD1.050–1.125 per ton.

BACA JUGA: Sertifikasi RSPO Ubah Wajah Petani Sawit Belayan Sejahtera, dari Penerima Harga Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Kinerja ekspor pada awal 2026 juga masih menunjukkan pertumbuhan. Hingga Februari 2026, ekspor sawit Indonesia tercatat mencapai 7,05 juta ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 5,47 juta ton.

Namun, jika dilihat dalam rentang lima tahun terakhir, perkembangan volume ekspor sawit tetap perlu menjadi perhatian, terutama dalam kaitannya dengan kebijakan domestik, kebutuhan industri hilir, serta persaingan minyak nabati di pasar global.

Karena itu, Yustinus menilai setiap perubahan kebijakan yang berdampak terhadap arus kas perusahaan sebaiknya disertai masa transisi yang memadai.

BACA JUGA: 9th Borneo Forum 2026: GAPKI Sebut Inovasi dan Produktivitas Jadi Kunci Masa Depan Industri Sawit Indonesia

Masa transisi diperlukan agar perusahaan memiliki waktu untuk menyesuaikan sistem keuangan, mengantisipasi perubahan kontrak perdagangan internasional dan menyiapkan mekanisme bisnis yang sesuai dengan ketentuan baru.

Pada akhirnya, penguatan kebijakan DHE SDA diharapkan tidak berhenti pada upaya meningkatkan ketersediaan devisa di dalam negeri. Kebijakan tersebut juga perlu berjalan beriringan dengan keberlanjutan usaha, efisiensi industri dan kemampuan eksportir sawit Indonesia mempertahankan posisi di pasar global.

Bagi industri sawit, keseimbangan antara kepentingan pengelolaan devisa nasional dan kebutuhan likuiditas perusahaan menjadi salah satu kunci agar kebijakan baru tidak justru mengurangi daya saing komoditas strategis Indonesia. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com