InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) terjadi withdraw dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.600/kg pada Kamis (1/10/2026), dengan demikian harga CPO turun Rp.321/Kg atau turun sekitar 2,15% dibandingkan harga CPO penawaran tertinggi pada Rabu (30/9/2026) yang mencapai Rp. 14.921/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Belawan dibuka Rp. 14.840/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.600/kg. Harga CPO FOB Talang Duku dibuka Rp. 14.590/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.345/kg. Harga CPO Franco Teluk Bayur dibuka Rp. 14.640/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.331/kg.
Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup pada level terendah dalam 11 pekan pada perdagangan Kamis, (1/10/2026). Pelemahan tersebut dipicu oleh turunnya harga minyak kedelai di Chicago serta kekhawatiran terhadap penurunan ekspor Malaysia pada September dan meningkatnya produksi.
BACA JUGA: Konsumen Lagos Andalkan Rasa dan Warna untuk Kenali Dugaan Pemalsuan Minyak Sawit
Dilansir Reuters, harga kontrak minyak sawit acuan untuk pengiriman Desember 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun RM57 per ton atau turun sekitar 1,24% menjadi RM4.553 per metrik ton, setara sekitar US$1.115,11 per ton pada penutupan perdagangan.
Di pasar komoditas lainnya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0,59%. Sementara itu, pasar China ditutup sepanjang 1–7 Oktober dalam rangka libur nasional.
Pergerakan harga minyak sawit turut dipengaruhi dinamika minyak nabati pesaing, mengingat komoditas tersebut bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global.
Sementara itu, ekspor produk minyak sawit Malaysia pada September tercatat turun 17,1% hingga 28,8% dibandingkan bulan sebelumnya. Data tersebut disampaikan surveyor kargo Intertek Testing Services dan AmSpec Agri Malaysia pada Rabu.
Dari Indonesia, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor minyak sawit mentah dan olahan mencapai 16,13 juta metrik ton sepanjang Januari–Agustus. Angka tersebut turun tipis 0,39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia menetapkan harga referensi minyak sawit mentah (CPO) untuk Oktober sebesar US$1.042,15 per ton. Penetapan tersebut tercantum dalam regulasi Kementerian Perdagangan yang diterbitkan pada Rabu.
BACA JUGA: Pekanbaru Susun RAD-KSB, 24 Ribu Hektare Sawit Jadi Potensi Ekonomi Berkelanjutan
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Kamis (1/10/2026):
CPO_____
Franco Belawan Rp. 14.840 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.600-EOP
Loco PKS Luwu – No Bidder
CIF Pel. Gresik Rp. 14.840 (WD). Penawaran Rp. 14.431-WNI
FOB Talang Duku Rp. 14.590 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.345-PSCOI
Franco Teluk Bayur Rp. 14.640 (WD).Penawadan tertinggi Rp. 14.331-WNI
Loco PKS Bekri Rp. 14.740 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.500-AMJP
Loco PKS Sei Tapung Rp. 14.601 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.279-AGM
Loco PKS Parindu Rp. 14.450 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.205-EUP
Loco PKS Ngabang Rp. 14.465 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.220-EUP
Loco PKS Kembayan Rp. 14.340 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.095-EUP
PK______
Franco Medan/Belawan Rp. 12.900 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 12.550-SMART
(T2)












