InfoSAWIT, KEMBANG JANGGUT – Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, diarahkan tidak sekadar menghasilkan produk unggulan desa. Pemerintah daerah bersama koperasi, dunia usaha, perbankan, dan mitra pembangunan mulai mendorong terbentuknya ekosistem industri yang menghubungkan potensi desa dengan pasar yang lebih luas.
Dalam keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT, Jumat (2/10/2026), komitmen tersebut mengemuka dalam Workshop One Village One Product (OVOP) yang digelar di Gedung BPU Kecamatan Kembang Janggut, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari puncak pendampingan Program PoweRRR yang dijalankan Solidaridad Indonesia bersama Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera. Program ini mendampingi perempuan petani, pekerja, dan pelaku UMKM di 11 desa melalui pemetaan potensi, penguatan kelompok, penyusunan rencana bisnis, pengembangan kemasan, hingga strategi pemasaran.
BACA JUGA: Bumitama Perluas Program Umroh, 46 Karyawan dari Kalteng dan Kalbar Berangkat ke Tanah Suci
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menilai semangat kolaborasi yang ditunjukkan para pelaku UMKM harus diikuti dengan koordinasi yang lebih kuat di tingkat pemerintah daerah.
Ia mengatakan, sejumlah program pemerintah masih berjalan berdasarkan sektor masing-masing sehingga perlu diperkuat agar lebih terhubung dengan kebutuhan masyarakat.
“Pulang dari sini, kami akan mengumpulkan beberapa tim untuk memastikan program-program pemerintah tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran. Kami malu kalau kalah dengan semangat pelaku UMKM di lapangan yang begitu besar untuk berkolaborasi,” kata Aulia.
BACA JUGA: Kapal Tanker Bawa 9.000 Ton Minyak Sawit Miring, 23 Kru Diselamatkan di India
OVOP Dihubungkan dengan Industri Kecamatan
Menurut Aulia, konsep OVOP perlu dikembangkan lebih jauh agar produk desa tidak berhenti pada skala usaha rumah tangga. Karena itu, pemerintah daerah juga mendorong pendekatan One Sub District One Industry atau satu kecamatan satu industri.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghubungkan produk unggulan desa dengan rantai nilai yang lebih besar, mulai dari penyediaan bahan baku, produksi, standardisasi, pembiayaan hingga pemasaran.
Data sementara Dinas Koperasi dan UKM Kutai Kartanegara mencatat sekitar 600 UMKM berada di Kecamatan Kembang Janggut. Potensi usaha masyarakat tersebar pada sektor kerajinan dan budaya, pangan dan kuliner, serta hasil budidaya dan usaha produktif.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Kamis (1/10), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah
Sejumlah produk yang telah teridentifikasi antara lain seraung, sulam tumpar, anjat, kerajinan bambu dan rotan, makanan olahan, kue, madu kelulut, serta berbagai produk rumah tangga.
Tantangan selanjutnya adalah menentukan produk prioritas, meningkatkan kualitas dan kemasan, memenuhi aspek legalitas, memperkuat kapasitas produksi, serta membuka akses pasar dan pembiayaan.
KBS Didorong Kawal Industri Sawit
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi peran Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera (KBS) dalam memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat dan mendampingi petani serta pelaku usaha lokal.
BACA JUGA: Konsumen Lagos Andalkan Rasa dan Warna untuk Kenali Dugaan Pemalsuan Minyak Sawit
Aulia mendorong KBS ikut mengawal gagasan One District One Industry, termasuk peluang pengembangan industri berbasis kelapa sawit di kawasan Sungai Belayan.
Menurutnya, basis anggota, kapasitas kelembagaan, dan pengalaman usaha KBS dapat menjadi modal untuk membangun kegiatan industri yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat.
Ketua KBS, Jamaluddin, mengatakan penguatan UMKM merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan koperasi dan ekonomi desa.
BACA JUGA: Impor Biodiesel AS Picu Kekhawatiran Industri Biodiesel Inggris
“Koperasi tidak dapat tumbuh kuat di tengah ekonomi masyarakat yang lemah. Ketika UMKM berkembang, pendapatan keluarga bertambah, peluang kerja terbuka, dan ekonomi desa menjadi lebih tahan,” ujarnya.
KBS menyatakan siap berperan sebagai pendamping, penghubung dengan pemerintah dan pasar, penguat jaringan antar-UMKM, sekaligus mitra dalam pengembangan UMKM Center Kembang Janggut.
UMKM Center Jadi Pusat Pengembangan Produk
Solidaridad Indonesia juga mendorong agar kolaborasi yang telah terbentuk di Kembang Janggut dapat diperluas ke kecamatan lain di Kutai Kartanegara.




















