Bandung Sahari dan Perjuangan Mengubah Narasi Sawit di Indonesia

oleh -467 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Bandung Sahari, Ketua Bidang Komunikasi GAPKI.

Jika seorang petani memiliki empat hektare kebun, misalnya, mungkin membutuhkan tenaga tambahan untuk panen. Dari situ ada lapangan kerja yang tercipta. Hasil panen kemudian diangkut ke pabrik menggunakan jasa transportasi. Pendapatan yang diperoleh dibelanjakan kembali di pasar, warung, dan usaha-usaha lokal.

Rantai ekonomi itu terus bergerak. Namun, kata Bandung, kajian yang memetakan secara rinci dampak aktivitas tersebut terhadap kehidupan masyarakat lokal masih perlu diperbanyak dan dipublikasikan secara lebih luas.

Karena itulah ia sering mempertanyakan mengapa sawit selalu dinilai dari sisi yang sempit.

BACA JUGA: Peremajaan Sawit Rakyat Baru Capai 428 Ribu Hektare dalam 10 Tahun, GAPKI Soroti Kendala Administrasi

“Kenapa yang dihitung selalu luas lahannya? Kenapa tidak dihitung berapa banyak anak yang bisa sekolah? Berapa banyak keluarga yang hidup bergantung dari sawit? Berapa banyak desa yang ekonominya bergerak?” ujarnya.

Bagi Bandung, persoalan lain yang tak kalah serius adalah banjir informasi yang membentuk persepsi publik tentang sawit. (*)

Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT Edis Juli 2026


Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com