CSRA Percepat Mekanisasi Kebun Sawit, Efisiensi dan Pengurangan Kehilangan Panen Jadi Target

oleh -157 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. CSRA untuk InfoSAWIT/Panen Buah Kelapa Sawit.

InfoSAWIT, JAKARTA – Mekanisasi proses produksi dan penerapan teknologi pertanian presisi menjadi bagian penting dari strategi PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) untuk meningkatkan efisiensi perkebunan kelapa sawit. Langkah ini ditempuh ketika perusahaan menghadapi tekanan margin pada semester I 2026, meskipun penjualan dan produksi CPO mengalami pertumbuhan.

Dalam siaran pers kinerja semester I 2026, CSRA menjelaskan bahwa strategi operasional perusahaan berbasis pada pemantauan data, penerapan praktik agronomi terbaik, pemupukan presisi, serta mekanisasi dalam kegiatan panen dan logistik.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan mengurangi kehilangan hasil panen atau harvest losses.

BACA JUGA: Konsumsi Domestik Sawit Indonesia Diproyeksikan Lampaui Ekspor pada 2026

Direktur Keuangan dan Pengembangan Strategis CSRA, Seman Sendjaja, menegaskan bahwa mekanisasi diharapkan memberikan dampak terhadap efisiensi dan struktur biaya perusahaan.

“Upaya mekanisasi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, serta menekan biaya operasional sehingga menghasilkan struktur biaya yang lebih kompetitif,” ujar Seman dalam keterangan resmi perseroan ditulis InfoSAWIT, Jumat (16/10/2026).

Penerapan mekanisasi menjadi relevan seiring dengan kebutuhan perusahaan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan produksi dan profitabilitas. Pada semester I 2026, pendapatan CSRA meningkat 65,1% menjadi Rp1,23 triliun. Namun, laba kotor turun 18,4% menjadi Rp238,88 miliar, sementara margin laba kotor menyusut dari 39,3% menjadi 19,4%.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumbar Periode II Oktober 2026 Naik, Umur 10–20 Tahun Tembus Rp3.764,98 per Kg

Perusahaan menyebut kenaikan biaya pembelian tandan buah segar (TBS) dari pihak eksternal sebagai salah satu penyebab tekanan margin tersebut.

 

Teknologi dan pengelolaan kebun menjadi prioritas

Selain mekanisasi, CSRA mengandalkan pemupukan presisi dan praktik agronomi terbaik untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kebun. Langkah tersebut mencakup penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, perbaikan pemeliharaan tanaman, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Perusahaan juga menerapkan strategi optimalisasi kapasitas pabrik kelapa sawit (PKS) melalui peningkatan pembelian TBS dari pihak eksternal. Penambahan pasokan tersebut ditujukan untuk memaksimalkan utilisasi fasilitas pengolahan dan mendukung efisiensi operasional.

BACA JUGA: Menkeu Dorong Investasi Swasta di Industri Sawit untuk Tingkatkan Produktivitas dan Lapangan Kerja

Di sisi lain, peningkatan produktivitas perkebunan inti menjadi prioritas pada semester II 2026. CSRA menyatakan fokus pada penyediaan bahan baku internal yang stabil, berkualitas, dan berkelanjutan untuk mendukung target produksi.

Seman menilai inovasi berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya saing perusahaan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

“Penerapan inovasi tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional, tetapi juga berkontribusi terhadap transformasi industri kelapa sawit menuju praktik usaha yang lebih bertanggung jawab, berkelanjutan, dan memiliki daya saing tinggi,” katanya.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Rabu (14/10/2026), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Masih Menguat

Dalam tinjauan industri 2026, CSRA juga menyoroti pengaruh dinamika geopolitik, kebijakan perdagangan internasional, dan transisi energi terhadap prospek minyak sawit. Perusahaan menilai permintaan CPO untuk biodiesel berpotensi mendapat dukungan dari perkembangan pasar energi global dan kebijakan energi domestik, termasuk mandatori biodiesel B50 yang dibahas dalam siaran pers tersebut.

Bagi CSRA, kombinasi mekanisasi, teknologi pertanian presisi, dan perbaikan praktik agronomi menjadi strategi untuk menghadapi tekanan biaya sekaligus menjaga pertumbuhan. Efektivitas penerapannya akan tercermin pada kemampuan perusahaan meningkatkan hasil kebun, mengurangi kehilangan panen, dan memperbaiki efisiensi operasional secara berkelanjutan. (T2)


Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com