Perempuan Koperasi Belayan Sejahtera Perkuat Peran Petani Sawit Berkelanjutan

oleh -403 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Nurul Lifadillah, petani sawit perempuan sekaligus Manajer ICS Koperasi Belayan Sejahtera.

InfoSAWIT, JAKARTA – Keterlibatan perempuan dalam rantai pasok kelapa sawit tidak hanya berkaitan dengan partisipasi tenaga kerja, tetapi juga menyangkut akses terhadap pengetahuan, pelatihan, dan kesempatan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan. Pengalaman Nurul Lifadillah, petani sawit perempuan sekaligus Manajer ICS Koperasi Belayan Sejahtera, menunjukkan bagaimana perempuan dapat berkontribusi dalam memperkuat kapasitas petani sawit.

Berbicara dalam Dialogue on Female Representation in the Palm Oil Value Chain yang dihadiri InfoSAWIT, Kamis (29/10/2026), Nurul menceritakan perjalanannya bergabung dengan koperasi yang berlokasi di Desa Kembang Janggut, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Menurut Nurul, keterbatasan pengalaman dan pengetahuan mengenai pengelolaan perkebunan kelapa sawit tidak menjadi penghalang untuk terus belajar dan berkembang. Berasal dari keluarga petani, ia mengaku sebelumnya belum memahami secara mendalam berbagai aspek budidaya sawit, mulai dari perawatan tanaman, pemupukan, hingga pengelolaan biaya kebun.

BACA JUGA: Teladan Prima Agro Bagikan Dividen Interim Rp258,93 Miliar, Ditopang Kinerja Semester I 2026

Kesempatan bekerja sekaligus menjadi anggota koperasi kemudian membuka ruang baginya untuk memperoleh pengetahuan baru. Pengalaman tersebut tidak hanya meningkatkan pemahamannya tentang pengelolaan perkebunan, tetapi juga mendorongnya terlibat dalam kegiatan pelatihan bagi petani.

Bagi Nurul, pengetahuan yang diperoleh melalui koperasi memiliki manfaat lebih luas karena dapat dibagikan kepada keluarga dan masyarakat sekitar. Ia bahkan dapat membantu keluarganya sendiri yang memiliki kebun sawit, tetapi sebelumnya masih memiliki keterbatasan dalam memahami praktik pengelolaan kebun yang baik.

“Ilmu yang saya miliki bukan hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga bisa dibagikan kepada keluarga, orang-orang di sekitar, dan para petani yang tergabung dalam koperasi,” ujarnya.

BACA JUGA: Delapan Perusahaan Sawit Indonesia Disorot Singapura Terkait Dugaan Karhutla Pemicu Kabut Asap

Nurul juga menjelaskan bahwa Koperasi Belayan Sejahtera telah mengikuti sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Pada Oktober 2026, koperasi tersebut menjalani audit RSPO yang menurutnya berlangsung lancar. Koperasi juga dijadwalkan melanjutkan proses audit pada November 2026.

Di tengah upaya memperkuat praktik perkebunan berkelanjutan, Nurul menilai perempuan perlu memperoleh kesempatan yang setara untuk mengakses pendidikan, mengikuti pelatihan, menyampaikan pendapat, dan terlibat dalam pengambilan keputusan.

Koperasi Belayan Sejahtera turut mengadakan pelatihan bagi keluarga petani dan keluarga pekerja. Kegiatan tersebut didukung oleh Solidaridad sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembelajaran bagi masyarakat yang terlibat dalam rantai pasok kelapa sawit.

BACA JUGA: Pakar: Efisiensi Pabrik Sawit Harus Dimulai dari Desain, Perawatan dan Kompetensi SDM

Bagi Nurul, penguatan peran perempuan menjadi bagian penting dalam membangun perkebunan sawit yang lebih inklusif. Ketika perempuan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kapasitasnya, manfaatnya tidak berhenti pada individu, tetapi juga dapat dirasakan keluarga, koperasi, dan petani secara lebih luas. (T2)


Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com