Michael juga menyoroti pentingnya data dan transparansi untuk mendukung pengambilan keputusan investasi, termasuk dalam perlindungan hutan dan pengelolaan risiko kebakaran.
Sementara itu, Joseph mengingatkan bahwa karhutla bukan persoalan yang hanya menjadi tanggung jawab satu negara atau satu kelompok pelaku usaha. Tantangan kebakaran dapat berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain, sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk membangun strategi jangka panjang.
Menurutnya, kekecewaan publik terhadap kejadian kebakaran yang terus berulang perlu diarahkan menjadi analisis yang lebih mendalam mengenai sumber persoalan dan solusi yang dapat diterapkan. Pendekatan yang hanya mengandalkan saling menyalahkan dinilai tidak akan menyelesaikan masalah.
BACA JUGA: RSPO Menegaskan Komitmen Terhadap Akuntabilitas dalam Menangani Krisis Kebakaran di Indonesia
Kolaborasi pemerintah, perusahaan, petani, lembaga pembiayaan, dan masyarakat menjadi penting untuk memperluas praktik sawit berkelanjutan. Dengan dukungan tata kelola yang lebih baik, insentif ekonomi, serta pengambilan keputusan berbasis data, industri sawit diharapkan memiliki kemampuan lebih kuat dalam menghadapi tantangan lingkungan dan perubahan pasar global. (T2)




















