Pencabutan Izin HGU Terkesan Tertutup, Indikasi Tak Transparan

oleh -2.492 Kali Dibaca
Info sawit
Dok. Sawit Fest 2021

InfoSAWIT, JAKARTA – Sebelumnya pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menebritkan Surat Keputusan tentang pencabutan bagi izin tambang, konsesi hutan dan Hak Guna Usaha (HGU) yang dianggap ditelantarkan.

Namun dari  sisi  proses  evaluasi,  pencabutan  izin  HGU  ini  terlihat  sangat  tertutup  dan  tidak  terkoordinasi  hal   ini   mengindikasikan   proses   yang   tidak   transparan   dan   akuntabel.   Pemerintah   cenderung  terlihat  memilih  perusahaan  mana  yang  harus  dicabut  karena  sampai  saat  ini  kita  tidak  melihat  proses  penilaian  terhadap  perusahaan  yang  masuk  dalam  kategori  dievaluasi  dan  apa  indikator  perusahaan  yang  harus  dicabut. 

Bukan  hanya  itu,  tidak  dilibatkannya  masyarakat  sipil  dalam  proses  evaluasi  ini  menjadi  salah  satu fakta   lemahnya   transparansi   dan   akuntabilitas   dalam   proses   ini.   Padahal   sejak   lama  desakan  dari  masyarakat  sipil  untuk  melakukan  evaluasi  dan  pencabutan  izin  perusahaan  yang  bermasalah  disuarakan.  Bahkan  berbagai  laporan  telah  disampaikan  kepada  pemerintah  terkait  aktivitas   beberapa   perusahaan   di   lapangan,   hal   ini   dilakukan   sebagai   bagian   dari   partisipasi  perbaikan  tata  kelola  sektor  sumber  daya  alam.  

BACA JUGA : Korupsi Lahan Sawit 78 Triliun, Eks Bupati Inhu dan Pemilik Duta Palm Jadi Tersangka

Sebab itu, pengamat  keberlanjutan  Indonesia  Timur, Abdul  Haris, mempertanyakan kenapa  masih  ada  perusahaan  bermasalah  yang  seharusnya  dicabut tapi  tidak  dicabut. “Sebagai   gambaran   perkebunan   sawit   di   Sulawesi   Tengah   Berdasarkan   laporan   rekapitulasi  perusahaan  perkebunan   swasta   skala  besar   tahun  2021   seluas  608,987  ha   yang   tersebar  di  delapan   kabupaten,   total   izin   sebanyak   52   perusahaan   perkebunan   skala   besar.   Izin-­izin   ini  dimiliki  oleh  grup-­grup  besar  seperti  Astra  Agro  Lestari,  SMART,  Kencana  Agri,  BW  Plantation,  Cipta    Cakra    Murdaya,    Sime    Darby   Plantation,” katanya dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, belum lama ini 

Lebih lanjut tutur Abdul Haris, untuk perusahaan sawit Kurnia Luwuk Sejati  dan  sisanya  adalah  perusahaan  yang  tidak  teridentifikasi.  Dari  49  izin  perusahaan  perkebunan  sawit  hanya  12  izin  yang  memiliki  realisasi  luas  tanaman.  Sisanya  39  perusahaan  diantaranya  tidak  memiliki  laporan  realisasi,  baik  itu  tanaman  inti  maupun  tanaman  plasma.  

“Perusahaan-­perusahaan  ini  berafiliasi  dengan    grup    besar    di    indonesia    maupun    dari    luar    Indonesia.    Bahkan    tujuh    perusahaan    diantaranya  telah  mengantongi  Hak  Guna  Usaha  (HGU),”  jelas Haris  .    

Kata Abdul Haris, apa  yang  akan  terjadi  pada  lahan  dan  hutan  di  dalam  kawasan  izin  yang  dicabut  dan  bagaimana  risiko     pencabutan     ini     terhadap     pemulihan     lingkungan     dan     sosial     masih     dipertanyakan.  Kata dia, perusahaan  seharusnya  tetap  bertanggung  jawab  untuk  merehabilitasi  lahan,  sumber  pangan  serta  hutan  yang  sudah  rusak.  “Kami  juga  menyerukan  kepada  pemerintah  untuk  mengembalikan  hak-­hak  masyarakat  adat  atas  tanah  dan  hutan  adat  yang  dilanggar  melalui  penerbitan  izin  dan  mendesak  kepada  pemerintah  untuk  terbuka  dan  membuka  ruang  kepada  publik  untuk  terlibat  dalam   perencanaan   tata   kelola   atas   izin   yang   dicabut   tersebut”,   ungkap   Rudiansyah   selaku  pengamat  keberlanjutan  yang  berfokus  pada  pemanfaatan  lahan  di  Sumatera,  terutama  wilayah  Jambi,” tandas dia. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com