Malaysia Akui Minyak Sawit Indonesia Lebih Ekonomis

oleh -246 Dilihat
infosawit
Dok. InfoSAWIT

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Diakui atau tidak dengan munculnya penghapusan Pungutan Ekspor yang dilakukan Pemerintah Indonesia telah memunculkan kekhawatiran terhadap produsen minyak sawit ke dua di dunia, Malaysia.

Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Datuk Zuraida Kamaruddin meyakini bahwa gejolak pasar, kalaupun ada, hanya akan bersifat sementara.

Lebih lanjut tutur Zuraida, sampai saat ini dunia masih akan membutuhkan minyak sawit, hanya saja harga minyak sawit asal Malaysia akan lebih mahal dibandingkan minyak sawit dari Indonesia, lantaran Indonesia didukung dengan tenaga kerja yang mencukupi dan akses yang baik, sehingga ongkos produksinya bisa lebih ekonomis.

“Situasi ini, bagaimanapun, hanya sementara jadi saya tidak terlalu khawatir tentang itu,” katanya seperti diansir Bernama.

Setelah mengumumkan larangan ekspor tiga minggu, pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk menghapus pungutan ekspor, efektif 15 Juli hingga 31 Agustus 2022, untuk minyak sawit dan produk turunan minyak sawit.

Belum lama ini, Zuraida mengatakan bahwa kementerian tetap optimis bahwa China akan meningkatkan impor minyak sawitnya.

Wakil menterinya Datuk Seri Wee Jeck Seng juga mengatakan bahwa kementerian akan memantau perkembangan industri kelapa sawit. Perkembangan itu kata Datuk Seri Wee, akan berimbas ke Malaysia yang merupakan salah satu produsen produk sawit terbesar.

“Kami akan melihat masalah ini secara serius karena itu mempengaruhi ekspor (minyak sawit Malaysia),” katanya. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.