CPOPC dan 8 Produsen Benih Sawit Beri Bantuan 102 Ribu Kecambah Untuk Petani di Honduras

oleh -2572 Dilihat
infosawit
Dok. InfoSAWIT/ Sekjen CPOPC, Rizal Affandi Lukman

InfoSAWIT, JAKARTA – Dewan Negara-negara Produsen Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries /CPOPC) bersama 7 produsen benih sawit unggul indonesia dan satu produsen benih sawit dari Malaysia telah menyumbangkan sebanyak 102.000 kecambah kelapa sawit (GS), sebagai upaya dalam meringangkan penderitaan petani sawit kecil di Honduras dari bencana alam badai Eta dan Iota yang terjadi pada 20 November 2020 lalu.

Diungkapkan Sekretaris Jenderal CPOPC, Rizal Affandi Lukman, bantun benih sawit ini dilakukan untuk membantu para petani sawit kecil di Honduras dalam membangun kembali kebun sawit mereka yang telah rusak. Setidaknya bantuan tersebut akan mencakup lahan petani sawit seluas 337 ha.


“Bantuan ini akan mendukung perbaikan kebun petani sawit di Honduras, untuk lahan seluas 337 ha, walaupun lahan kebun sawit petani yang rusak diperkirakan mencapai 4.988 ha,” katanya kepada InfoSAWIT, Senin (20/3/2023) di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

BACA JUGA: HLIB Research Prediksi Harga Bakal Melemah Tatkala DMO dilonggarkan

Lebih lanjut kata Rizal, bantuan ini juga merupakan komitmen anggota CPOPC dalam upaya solidaritas bagi seluruh anggota CPOPC, apalagi Honduras merupakan salah satu anggota CPOPC ketiga setelah Indonesia dan Malaysia, yang mana akan secara resmi menjadi anggota penuh pada Mei 2023 mendatang.

Nampaknya, bantuan tersebut kata Rizal, tidak hanya berbentuk benih sawit saja melainkan juga akan dilakukan pendampingan bagi para petani sawit di Hoduras dalam membudidayakan kelapa sawit semenjak proses di nursery (pengecambahan).

Bantuan benih sawit ini terdiri dari 20.000 benih sawit dari CPOPC, 62.000 benih sawit dari tujuh perwakilan produsen benih asal Indonesia, dan 20.000 benih sawit dari produsen benih asal Malaysia.

BACA JUGA: OJK Dukung Kemudahan Akses Pendanaan Kepada Petani Sawit

“Upaya kolaborasi ini merupakan contoh penting dari apa yang dapat dicapai ketika semua pemangku kepentingan bekerja sama untuk mengatasi dampak keberlanjutan minyak sawit. Kemitraan seperti inilah yang dibutuhkan industri saat ini untuk mengatasi tantangan tidak hanya dampak bencana alam tetapi juga kebijakan diskriminatif terhadap kelapa sawit,” kata Rizal.

Lebih lanjut tutur Rizal, dengan bertambahnya anggota CPOPC dimana Honduras menjadi anggota ketiga di CPOPC, diharapkan akan memberikan kekuatan baru dan daya dukung yang lebih kuat di tingkat global, sekaligus secara bersama membangun kelapa sawit yang berkelanjutan. “Bantuan ini juga menjadi salah satu bentuk solidaritas diantara anggota CPOPC,” ungkap Rizal.

Hingga saat ini potensi anggota baru CPOPC akan terus bertambah, diantaranya Papua New Guinea, Ekuador, Kolombia dan Thailand. Dari semua negara-negara tersebut, kata Rizal, komposisi kebun sawit yang di kelola petani mencapai rata-rata 70% dari total lahan. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com