Jejak Kebun Sawit Berumur 117 Tahun, Masih Eksis dan Berproduksi

oleh -23.300 Kali Dibaca
infosawit
Dok. Istimewa

InfoSAWIT, JAKARTA – Salah satu kebun sawit tertua di Indonesia yang hingga kini masih produktif adalah milik perusahaan Harrison dan Crosfield di Sumatera Utara, mulai beroperasi tahun 1906. Kebun historis itu kini diusahakan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum).

Perkebunan Harrison dan Crosfield semula adalah bekas hak konsesi berdasarkan perjanjian antara Zelf  B Elstuut dan beberapa perusahaan Rubber Company Ltd yang mendapat pengesahan dari Keresidenan Sumatera Timur.

Untuk memperluas usahanya, pada 1962 hingga 1963 perusahaan itu memutuskan bergabung dengan perusahaan perkebunan di Sumatera Utara. Hasil penggabungan itu membentuk perusahaan baru bernama PP London Sumatra Indonesia. Pada masa konfrontasi dengan Malaysia, terjadi konflik antara Inggris dan Indonesia, akibatnya kaum buruh perkebunan dan pemerintah Indonesia kala itu berinisiatif  mengambil alih tampuk kepengurusan perusahaan guna meneruskan aktivitas yang terkendala.

BACA JUGA: Jejak Perkebunan Kelapa Sawit Tua Tak Lekang Dimakan Usia

Lantas, tahun 1964 kepengurusan diserahkan kembali kepada badan pengawas pemerintah daerah lewat ketetapan Presiden No. 6 tahun 1964 yang berisi pengambilan hak milik kepada Harrison dan Crosfield Ltd di Sumatera Utara serta melakukan kerjasama di bidang perkebunan karet, kelapa sawit, proyek pertanian lainnya dan proyek bahan pangan.

Perjanjian itu baru berlaku empat tahun sesudahnya atau tepatnya 20 Maret 1968. Dengan berdasarkan Instruksi Presidium Kabinet No.28/ U/ IN/ 12/ 1966, tertanggal 12 Desember 1966 dan semua peraturan lain yang berhubungan dengan pengendalian perusahaan-perusahaan asing dan Undang-undang No. 1 Tahun 1967 mengenai Penanaman Modal Asing di Indonesia.

Tahun 1994, Lonsum diakusisi oleh pengusaha Indonesia dari Harrison dan Crosfield Ltd. Tahun 1995 Lonsum mulai mengembangkan perkebunan kelapa sawit dengan serius dengan membuka kebun di Sumatera Utara. Barulah setahun berikutnya Lonsum melantai ke pasar bursa.

BACA JUGA: Saat BBJ Gagal Jadi Barometer Harga CPO Dunia

Pada Desember 2007 akhirnya Lonsum kembali diakusisi oleh PT Salim Ivomas Pratama dan Indofood Agri Resources Ltd dengan penguasaan saham hingga 64,4%. Setelah menjadi anak usahagrup Indofood, Lonsum pun kembali mengembangkan luasan areal lahannya dengan mengakuisisi lahan sekitar 48 ribu ha.

Kini, perusahaan yang memiliki kebun berumur 117 tahun (1906-2023) itu terus berkembang, bahkan dengan pengalaman yang bertahun-tahun lamanya Lonsum pun tetap perkasa dengan bisnis perkebunannya yang meliputi komoditas kelapa sawit, teh, karet, kakao serta kebun bibit sawitnya. (T2)

Sumber: Majalah InfoSAWIT Edisi Juni 2011


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com