Hadapi Cuaca Ekstrim, Berikut Kegiatan Agronomis Sawit yang Perlu Dihindari

oleh -13999 Dilihat
infosawit
Dok. Gulat Manurung untuk InfoSAWIT

InfoSAWIT, JAKARTA – Informasi tentang iklim atau musim menjadi kebutuhan pokok bagi petani sawit, sebab idealnya informasi iklim akan menjadi acuan dalam aktifitas agronomis para petani. Informasi tentang cuaca kerap diberikan dalam bentuk layanan rutinitas kepada pembutuh data tersebut.

Seperti informasi yang dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada tanggal 25 April 2023 lalu, menjadi informasi yang penting bagi pelaku usaha tani di Indonesia.


Merujuk catatan BMKG, suhu rata-rata berada pada 34-36 derajat celcius. Untuk musim kering ini, BMKG memperkirakan bahwa bulan-bulan yang mengalami puncak atau suhu maksimum yakni jatuh pada April sampai Juni, bahkan beberapa sumber mengatakan sampai bulan Agustus 2023.

BACA JUGA: Regulasi Deforestasi UE (EUDR) Diadopsi, Lantas Apa Selanjutnya?

Kondisi ekstrim seperti ini akan mempengaruhi aktivitas agronomis, paska panen dan produktivitas, baik tanaman pangan, hortikultura dan beberapa jenis tanaman perkebunan. Menanggapi informasi dari BMKG tersebut, Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat ME Manurung mengatakan, naiknya suhu seperti saat ini tidak akan berdampak langsung kepada tanaman kelapa sawit.

Alasannya lantaran tanaman kelapa sawit merupakan tanaman kelompok Fisiologis C4 yang mempunyai kemampuan daya adaptasi (toleran) dengan lingkungan panas dan suasana kering. Diketahui juga bahwa tanaman C4 adalah tanaman yang membutuhkan intensitas cahaya matahari langsung dengan suhu terbaik antara 24-28 derajat Celsius. Secara teori bahwa semakin naik nya intensitas sinar matahari dan suhu maka laju fotosintesis tanaman C4 akan semakin meningkat pula. “Dengan alasan inilah mengapa saya katakan supaya petani sawit jangan terlampau kuatir,” katanya kepada InfoSAWIT, Jumat (28/4/2023).

Lebih lanjut Gulat menjelaskan, bahwa suhu rata-rata yang dilaporkan oleh BMKG mencapai 34-36 derajat Celsius, secara teori masih dapat ditolelir oleh kelapa sawit, hanya saja perlu dilakukan antisipasi agronomis.

BACA JUGA: Berikut 4 Strategi Kemendag Terkait Kebijakan Minyak Goreng Sawit Paska Lebaran

Antisipasi tersebut mencakup tiga hal ini, pertama supaya jangan dulu memupuk, kedua menghindari pemakaian herbisida untuk pengendalian gulma, dan ketiga mengurangi aktivitas pembuangan pelepah (pruning) pada bulan-bulan cuaca ekstrim seperti saat ini.

“Suhu ekstrim antara 34-36 derajat celsius untuk tanaman hortikultura dan tanaman pangan mungkin sudah berada pada titik berbahaya dan bahkan mematikan tanaman, baik secara morfologis ataupun secara fisiologis, tapi untuk tanaman kelapa sawit ketinggian suhu tersebut masih bisa ditolelir,” jelas Gulat yang juga merupakan Doktor Agro-Ekologi ini.

Lantas, dalam konsep pemupukan sejatinya dikenal “Konsep 5T” yaitu tepat dosis, tepat waktu, tepat kualitas, tepat cara dan tepat jenis. Nah kaitannya dengan kondisi ekstrim saat ini adalah terkait ke “tepat waktu”.

BACA JUGA: Petani Sawit Apkasindo Titip 5 Pesan Untuk Satgas Tatakelola Sawit, Jangan Buat Sulit Petani

Gulat mengungkapkan, memupuk di waktu cuaca panas justru berisiko tinggi terhadap tanaman, karena panas akibat reaksi pupuk tidak dapat diimbangi oleh kelembapan tanah dan hal ini akan merusak morfologi akar secara permanen.

Jadi pupuk yang diberikan ke tanah hanya bisa bereaksi dan diserap oleh akar jika kandungan air tanah di area top soil dalam kondisi lembab (tersedia). Jika tidak dalam kondisi ini, maka pemupukan akan mubazir dan justru membahayakan morfologis tanaman (akar sawit), terutama akar sawit biasanya berada di permukaan tanah. “Lebih disarankan untuk penggunaan pupuk organik karena pupuk organik akan membantu melembapkan (biologis) lapisan top soil tanah,” kata Gulat.  (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com