InfoSAWIT, JAKARTA – harga minyak sawit mentah (CPO) pada Bursa Berjangka Malaysia kembali turun untuk sesi ketiga berturut-turut pada Rabu (31/5/2023) dan mencapai level terendah dalam hampir sebulan.
Dilansir Reuters, kontrak harga minyak sawit berkode FCPOc3 untuk pengiriman Agustus 2023 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 3,03% menjadi RM 3.289 (US$ 744,08) per ton pada perdagangan pagi ini.
Harga kontrak minyak sawit nampaknya akan kembali mengalami penurunan bulanan hari ketiga karena melemahnya harga minyak nabati lainnya, serta adanya perkiraan kenaikan output pada bulan Mei 2023.
BACA JUGA: BPDPKS dan GAPKI Kolaborasi Memajukan Industri Kelapa Sawit Melalui Riset dan Pengembangan
Merujuk laporan surveyor kargo Intertek Testing Services, ekspor minyak sawit Malaysia selama periode 1-25 Mei turun 0,7% dari periode yang sama di April. Sementara AmSpec Agri Malaysia, mencatat ekspor naik 0,7%.
Diungkapkan para analis produksi sawit Mei 2023 diperkirakan akan meningkat antara 20% dan 30% dibanding produksi April, meningkat dari posisi terendah karena adanya liburan Hari Raya.
BACA JUGA: Di Depan CSOs dan NGOs Uni Eropa, Menko Airlangga Menolak Diskriminasi Sawit Melalui EUDR
Sementara harga kontrak minyak kedelai pada Bursa Dalian berkode DBYcv1 turun 4,11%, sementara kontrak minyak sawit berkode DCPcv1 turun 4,39%. Harga minyak di Chicago Board of Trade BOcv1 turun 1,32%. (T2)
