InfoSAWIT, JAKARTA – Menurut anggapan Bupati Buol dua periode 2012-2017 dan 2017-2022, H. Amirudin Rauf, perkebunan besar sawit tidak akan memberikan apa-apa justru mendatangkan kemudaratan.
Kata dia lebih banyak kemudaratan daripada manfaatnya. Bahwa masuknya modal di sumber-sumber daya alam di perkebunan-perkebunan besar itu tidak akan menciptakan kesejahteraan tapi hanya akan mewariskan kemiskinan kepada generasi penerus. “Disitulah pentingnya negara hadir dalam mengelola sumber daya alam. Negara harus berada di tengah-tengah dan jika bisa berpihak ke rakyat,” kata Amirudin dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Senin (17/7/2023).
Sebab itu sudah saatnya masyarakat Buol menerima kembali apa yang menjadi hak mereka. Dirinya menghimbau semua pihak termasuk Pemerintah Daerah dan DPRD Buol untuk terus perjuangkan nasib mereka. Pemerintah daerah harus alokasikan anggaran cukup dalam mengawal kasus ini, agar masyarakat mendapatkan keadilan. Karena hanya dengan dukungan pemerintah perjuangan ini akan berjalan. Tak ada gunanya memberikan lahan untuk dijadikan perkebunan besar.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN 18 Juli 2023 Withdraw Penawaran Tertinggi Rp 10.863/Kg
“Hitungan kita bahwa tanah itu baiknya diberikan kepada rakyat bukan perkebunan besar. Jangan keluarkan rekomendasi kepada perkebunan besar karena akan mendatangkan bencana dan mewariskan kemiskinian. Pertahankan tanah buol, tanah Buol hanya untuk rakyat Buol !!!,” ujar Amirudin. (T2)
