Pengembangan Industri Kelapa Sawit Dipagari Regulasi Lingkungan

oleh -4.281 Kali Dibaca
infosawit
Dok. InfoSAWIT/ Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko), Khadikin (kedua dri kanan). Pada acara FGD SAWIT BERKELANJUTAN VOL 14, bertajuk “Mengintegrasikan Industri Hulu Hingga Hilir Sawit Berkelanjutan”, yang diadakan media InfoSAWIT yang didukung BPDPKS, Rabu (7/6/2023).

InfoSAWIT, JAKARTA – Perkebunan kelapa sawit telah berkembang pesat di Indonesia, bahkan komoditas emas licin ini memiliki kontribusi yang tidak sedikit untuk industri agro. Sebab itu upaya pengembangan hilir tetap dilakukan sesuai dengan Visi Hilirisasi 2045.

Sampai hingga saat ini jumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit Indonesia telah sebanyak  2.511 yang tersebar di 26 provinsi. Dimana kapasitas produksi telah mencapai 84,8 juta ton dengan utilisasi sekitar 55% menghasilkan 47 juta ton CPO (minyak sawit mentah).

“Indonesia merupakan negara Penghasil kelapa sawit nomor pertama di Dunia dengan pangsa pasar 55% dari Pasar Global,” kata Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko), Khadikin, dalam acara FGD SAWIT BERKELANJUTAN VOL 14, bertajuk “Mengintegrasikan Industri Hulu Hingga Hilir Sawit Berkelanjutan”, yang diadakan media InfoSAWIT yang didukung BPDPKS, awal Juni 2023 lalu di Jakarta.

BACA JUGA: Tinjauan Kritis atas Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2023 tentang Dana Bagi Hasil Perkebunan Sawit

Lebih lanjut kata Khadikin, sekitar 60% produk minyak sawit Indonesia ditujukan untuk pasar ekspor artinya Indonesia  berkontribusi terhadap ketersediaan barang konsumsi, pangan dan energi untuk dunia. Dengan perkiraan populasi global mencapai sekitar 9,8 miliar pada tahun 2050, peningkatan kepadatan penduduk perkotaan, diprediksi akan ada tambahan kebutuhan 200 juta ton minyak nabati di masa depan yang dapat dipenuhi oleh minyak sawit karena minyak nabati yang paling efisien dan paling produktif.

Apalagi dengan produksi rata-rata 5 Ton/Ha, hanya membutuhkan sekitar 4 Juta Ha lahan pertanian, dapat menghemat ratusan juta hektar lahan yang bisa digunakan untuk keperluan lain. Diakui Khadikin, Industri hasil perkebunan memiliki peran penting bagi sektor industri agro. Pada semester I tahun 2022, dari total ekspor industri agro sebesar US$ 25,12 Milyar, 56,6%-nya didominasi oleh produk industri hasil perkebunan.

Hingga saat ini komoditas kelapa sawit (dan minyak goreng) merupakan produk ekspor utama Indonesia, mengingat Indonesia merupakan negara produsen terbesar kelapa sawit. “Komoditas kelapa sawit menjadi model hilirisasi industri yang mampu mendorong ekspor produk bernilai tambah hasil kegiatan usaha pengolahan di dalam negeri,” ungkap Khadikin.

BACA JUGA: Mitigasi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan

Misalnya saja pada tahun 211 lalu ragam jenis produk hilir yang mampu diproduksi hanya mencapai 54 jenis, namun satu dasawarsa kemudian tepatnya tahun 2021 industri hilir sawit telah mampu memproduksi ragam jenis produk hilir sebanyak 168 jenis.

Tidak itu capaian rasio ekspor bahan baku berbasis CPO pun mulai menurun, jika di tahun 2020 rasio ekspor 60% bahan baku dn 40% ekspor produk hilir, maka di 2021 sekitar 91% merupakan ekspor produk hilir dan hanya 9% ekspor bahan baku.

“Sebab itu target di 2030 ragam jenis produk hilir bisa menghasilkan sebanyak 168 jenis,” tutur Khadikin. (T2)

Sumber: Majalah InfoSAWIT Edisi Juni 2023

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com