Pemerintah Kalbar Percepat Aksi Kelapa Sawit Berkelanjutan Lewat RADKSB

oleh -6.430 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi kebun sawit.

InfoSAWIT, PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) telah menunjukkan komitmennya dalam upaya membangun tata kelola sektor perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Melalui penyusunan dan implementasi Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RADKSB), pemerintah berupaya mewujudkan kelapa sawit yang ramah lingkungan dan berdampak positif bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, Heronimus Hero, menyampaikan bahwa pemerintah telah menghadirkan pertemuan dengan pemerintah daerah penghasil sawit di Kalbar untuk mempercepat penyusunan dan implementasi RADKSB. Pertemuan tersebut diharapkan dapat memacu kolaborasi dan sinergi antara para pemangku kepentingan di sektor kelapa sawit.

Salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan RADKSB adalah dengan merilis Peraturan Gubernur Kalbar Nomor 3 Tahun 2022 tentang Rencana Aksi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan. “Regulasi ini bertujuan untuk mendorong pelaku industri kelapa sawit, terutama pekebun swadaya, untuk berkontribusi lebih aktif dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dalam usaha kelapa sawit mereka,” katanya seperti dikutip InfoSAWIT dari Antara.

BACA JUGA: BPDPKS Teken Kerjasama Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit dengan 24 Lembaga

RADKSB Kalbar telah mengidentifikasi enam program utama yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan berkelanjutan. Program tersebut mencakup penguatan data, koordinasi, dan infrastruktur; peningkatan kapasitas dan kapabilitas pekebun; pengelolaan dan pemantauan lingkungan; penerapan tata kelola perkebunan dan penanganan sengketa; percepatan pelaksanaan sertifikasi perkebunan kelapa sawit berkelanjutan Indonesia; serta peningkatan akses pasar produk kelapa sawit.

Terlebih Rencana Aksi Daerah (RAD) ini juga menjadi prasyarat dalam memperoleh dana bagi hasil kelapa sawit.  Seab itu dalam menjalankan RADKSB, Heronimus Hero meminta dukungan penuh dari seluruh kabupaten dan anggota Tim Pelaksana Daerah. Rencana Aksi Daerah ini juga menjadi prasyarat untuk memperoleh dana bagi hasil kelapa sawit. Dengan adanya RADKSB, diharapkan produksi Crude Palm Oil (CPO) di Kalbar yang saat ini mencapai 4,9 juta ton dapat terus meningkat seiring dengan upaya peningkatan kualitas tanaman dan penanganan yang baik di setiap areal perkebunan.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Agustus 2023 Menguat 4,48 Persen, BK dan PE CPO Ditetapkan US$ 118 Per ton

Dalam menghadapi tantangan seperti isu-isu seputar deforestasi, degradasi hutan, dan dampak negatif terhadap lingkungan, RADKSB dianggap sebagai kunci untuk kemajuan sektor kelapa sawit di Kalbar. Dengan menerapkan pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, diharapkan sektor ini dapat memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan, berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup.  (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com