InfoSAWIT, MUMBAI – Merujuk laporan Solvent Extractors’ Association of India (SEA), impor minyak sawit India pada Juli 2023 menjadi 1,09 juta ton atau terdapat kenaikan impor sebanyak 683.133 ton, bila dibandingkan pada Juni 2023 lalu.
Dikatakan CEO Sunvin Group, perusahaan pialang dan konsultan minyak nabati yang berbasis di Mumbai, Sandeep Bajoria, akibat harga yang lebih ekonomis antara minyak sawit dibandingkan minyak kedelai telah mendorong para pelaku refineri meningkatkan pembelian guna menyambut acara festival yang akan datang
Sementara dari laporan lima pedagang kepada Reuters, impor minyak nabati India pada Juli naik diperkirakan naik 1,76 juta metrik ton, lantaran refineri membutuhkan stok minyak nabati untuk festival yang akan datang, ditambah adanya ketidakpastian pasokan dari Laut Hitam.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN 2 Agustus 2023 Naik Rp 162/Kg
Adanya pembelian yang lebih tinggi oleh importir minyak nabati terbesar di dunia dapat membantu menurunkan stok minyak sawit di Indonesia dan Malaysia dan mendukung harga kontrak di bursa berjangka. India juga berencana mulai tidak menggantungkan pasokan minyak bunga matahari dari wilayah laut hitam dengan memperkuat pasokan minyak kedelai.
Masih merujuk laporan SEA, impor minyak nabati rata-rata bulanan India pada periode 2021/22 mencapai 1,17 juta ton. Sementara pada bulan Juni, India mengimpor 1,3 juta ton minyak nabati.
Adanya krisis Rusia-Ukraina, membuat para importir mempertahankan cadangan minyak nabati yang banyak untuk memastikan mereka memiliki persediaan yang baik dan menghindari potensi kekurangan, kata Rajesh Patel, mitra pengelola di GGN Research, pedagang dan broker minyak nabati.
BACA JUGA: India Masih Bergantung Minyak Sawit
Tercatat, India membeli minyak sawit terutama dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand, sementara India mengimpor minyak kedelai dan minyak bunga matahari dari Argentina, Brasil, Rusia, dan Ukraina. (T2)
