Strategi Memilih Benih Kelapa Sawit Bagi  Petani dan Perkebunan Besar

oleh -14.729 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Bibit Sawit Unggul dalam polybag.

InfoSAWIT, JAKARTA – Pemilihan benih sawit menjadi sangat penting, apalagi benih sawit merupakan modal utama guna menghasilkan produksi perkebunan kelapa sawit secara maksimal, sebab itu perlu kehati-hatian dan memperhitungkan segala faktor pendukung lainnya.

Dasar pemilihan benih kelapa sawit untuk petani adalah apakah pelaku memiliki pabrik pengolahan kelapa sawit ataukah tidak. Mengingat petani (petani rakyat, mandiri), perkebunan besar kelapa sawit dengan skala kecil umumnya tidak memiliki pabrik pengolahan kelapa sawitnya sendiri, maka orientasinya adalah berat tandan buah segar (TBS) dengan tetap memperhatikan produktivitas minyaknya.

Jika hanya membutuhkan beratnya saja bisa dengan menggunakan varitas Dura, buahnya besar-besar tetapi rendemennya rendah, akibatnya harga jual juga rendah. Bagi perusahaan besar yang memiliki pabrik pengolahan kelapa sawit sendiri, tentu orientasinya ke perolehan minyak sawit yang baik, karena minyak sawit  (CPO & PKO) yang akan dijual. Pengelompokan berdasarkan klasisifikasi produktivitas tanaman terlihat pada Tabel 1.

BACA JUGA: Saatnya Menata Tata Kelola Sawit

Informasi tentang spesifikasi teknis benih sawit ini tidak semuanya lengkap, sehingga data yang disajikan bisa saja ada koreksi, walau demikian daftar ini dapat dijadikan pedoman sementara. Dari 68 varitas yang telah dirilis, kami hanya memiliki data sebanyak 40 varitas saja yang dapat disimpulkan dalam Tabel 2.

Dari 40 varitas yang tersedia informasinya, sedikitnya ada 14 produsen benih kelapa sawit yang unggul pada produktivitas tandan buah segar (TBS) sawitnya. Dianggap unggul jika potensi produksi  TBS sawitnya masuk pada kelas B, T dan TS yakni reratanya diatas 30 ton/ha/tahun. Semua benih adalah hasil persilangan D X P, yang berbeda adalah pohon induknya. Ada juga semi klon yang pohon induknya dikembangkan dengan menggunakan kultur jaringan (tissue culture).

Jika potensi produktivitas tandan buah segarnya rerata > 30 ton/ha/tahun dan relisasi di lapangan mencapai 24 ton (80%) itu pertanda pengelolaannya sudah cukup baik, akan tetapi Produktivitas (Protas) tersebut sebenarnya masih bisa ditingkatkan sebesar 30 % menjadi 31,2 ton/ha/tahun dengan menggunakan teknologi agronomi khusus. Jika potensinya 35 ton TBS/ha/tahun, dan di lapangan tercapai 28 ton, itu sudah memadai, akan tetapi masih dapat ditingkatkan lagi menjadi 36,4 ton TBS/ha/tahun.

BACA JUGA: Supaya Performa Mesin tetap Optimal Saat Gunakan Biodiesel B35, Berikut yang Perlu Dilakukan..

Varitas yang memiliki keunggulan pada  produktivitas minyaknya (CPO & PKO) terdapat 15 produsen, yang dapat dilihat pada tabel 3, dimana ini dibedakan yang baik, tinggi dan tinggi sekali.

Jika potensi produktivitas minyak rerata > 7,6 ton/ha/tahun dan relisasi di lapangan mencapai 6 ton minyak (80%) itu pertanda pengelolaannya sudah cukup baik, akan tetapi protas tersebut sebenarnya masih bisa ditingkatkan sebesar 30 % menjadi 7,8 ton/ha/tahun dengan menggunakan teknologi agronomi khusus, jadi protas lapangannya dulu yang diperbaiki.

Penulis: Memet Hakim / Senior Agronomist, ETCAS, Oil Palm Business Recovery & Rescue, Dosen LB Perkebunan, Fak. Pertanian, Universitas Padjadjaran

Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT Edisi Juli 2023

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com