Diprediksi Harga CPO Masih Akan Turun di 2024, Berikut Sebabnya..

oleh -5396 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Crude Palm OIl (CPO)

InfoSAWIT, MEDAN –  Indonesia, sepanjang tahun 2022, mengalami lonjakan harga komoditas, terutama minyak sawit, yang memberikan dampak positif bagi ekonomi negara ini. Peningkatan harga komoditas ini dimulai pada akhir tahun 2021 dan mencapai puncaknya pada bulan April 2022.

Menurut Dendi Ramdani, Kepala Industry & Regional Research Office of Chief Economist PT Bank Mandiri, Tbk, lonjakan harga sawit tersebut dianggap sebagai fenomena yang tidak biasa atau abnormal.


Salah satu faktor yang memicu kenaikan harga komoditas adalah inflasi yang tinggi di negara-negara maju. Negara-negara ini terpaksa mengeluarkan instrumen fiskal yang besar-besaran untuk membantu masyarakat selama pandemi COVID-19, sedangkan Indonesia mengeluarkan instrumen fiskal yang lebih kecil dibandingkan dengan negara maju seperti Amerika Serikat yang mengalokasikan hingga US$ 3.000 per keluarga dengan total mencapai US$ 22 triliun.

BACA JUGA: Kabul Wijayanto: Sawit Selama Dua Dekade Dukung Ekonomi Indonesia 

Selain itu, perang antara Ukraina dan Rusia juga berdampak pada suplai minyak bunga matahari, yang kemudian mempengaruhi harga komoditas. Faktor-faktor lain yang memengaruhi harga komoditas termasuk permintaan yang meningkat dari China setelah pandemi COVID-19 dan kebijakan moneter yang ketat dengan kenaikan suku bunga serta penarikan uang dari peredaran.

Meskipun terjadi penurunan harga di akhir tahun 2022, sebagian besar penurunan ini dianggap sebagai koreksi alami setelah lonjakan yang tidak biasa pada tahun sebelumnya. Dendi Ramdani juga meramalkan bahwa harga minyak sawit kemungkinan akan terus turun pada tahun 2024.

“Walaupun tidak secara drastis. Namun, akan bergerak ke US$ 700 per ton sampai US$ 800 per ton, harga tersebut relatif masih menguntungkan,” katanya dalam acara FGD Industri Kelapa Sawit yang diadakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), dihadiri InfoAWIT, pada Kamis, 14 September 2023 di Medan.

BACA JUGA: Isran Noor: DBH Kaltim Sedikit yang Dibagikan, Tapi Totalnya Rp 4,7 Triliun Seluruh Indonesia

Implikasi dari situasi ini adalah bahwa pelaku perkebunan kelapa sawit, harus melakukan efisiensi untuk mempertahankan margin keuntungan mereka. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com