Impor Minyak Nabati India Melorot 19 Persen Pada September 2023

oleh -3.159 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Pengolahan Crude Palm Oil (CPO)

InfoSAWIT, MUMBAI – Impor minyak nabati India turun sebesar 19 persen dibandingkan pada Agustus yang mencapai rekor tertinggi. Rupanya penurunan akibat para pelaku penyulingan di India mengurangi pembelian minyak sawit mereka sekitar 26 persen lantaran stok yang melimpah, seperti ditulis Reuters.

Dengan adanya pengurangan pembelian oleh importir minyak nabati terbesar di dunia ini bisa berakibat meningkatnya stok minyak sawit di negara-negara produsen utama seperti Indonesia dan Malaysia, yang berpotensi mempengaruhi harga.

Dilansir Reuters, para dealer menunjukkan bahwa total impor minyak nabati India pada September berjumlah 1,5 juta metrik ton, termasuk didalamnya sebanyak 830.000 ton minyak sawit. Rajesh Patel, Managing Partner di pedagang minyak nabati dan broker GGN Research, menjelaskan, bahwa persediaan minyak nabati telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya karena rekor impor pada bulan Juli dan Agustus. “Itu sebabnya pembeli kini menunjukkan penurunan,” katanya.

BACA JUGA: Dorong Kemitraan Menguntungkan Sekaligus Aman dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat

Sementara  menurut Asosiasi minyak nabati India,  Solvent Extractors’ Association of India (SEA), stok minyak nabati di India melonjak menjadi 3,7 juta ton pada 1 September 2023, naik dari 2,4 juta ton pada tahun sebelumnya.

Lantas menurut perkiraan para pedagang, impor minyak bunga matahari mengalami penurunan 15 persen dari bulan sebelumnya, berjumlah 310.000 ton, sementara impor minyak kedelai mengalami peningkatan 2 persen, mencapai 365.000 ton.

BACA JUGA: Harga Saham Sawit Melejit Hingga 34,57 Persen, Emiten JAWA Pimpin Perdagangan Saham Rabu 4 Oktober 2023

India memperoleh minyak sawit terutama dari india, Malaysia, dan Thailand, sedangkan minyak kedelai dan minyak bunga matahari diimpor dari Argentina, Brasil, Rusia, dan Ukraina. Ashwini Bansod, Kepala Penelitian Komoditas di Phillip Capital India Pvt Ltd, menjelaskan, dengan cuaca yang lebih kering pada bulan Juni dan Agustus, serta lambatnya penanaman, menimbulkan kekhawatiran terhadap produksi minyak nabati dalam negeri. “Hal ini menyebabkan permintaan impor lebih tinggi pada bulan Juli dan Agustus ditambah ada festival,” katanya. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com