Tentu saja banyak faktor yang perlu dipertimbangkan hingga akhir tahun dalam membaca arah harga di 2024. Merujuk analisa PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), hingga kuartal III-2023, ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi harga CPO, semisal terjadinya produksi puncak, di Amerika Serikat mulai melakukan penanaman kedelai, dan adanya prediksi cuaca kering. Lantas pada kuartal IV-2023, pada oktober 2023 terjadi produksi puncak, kembali nya sesi penanaman sehingga produksi melemah, tanaman kedelai di AS mulai panen, sementara South America mulai kegiatan penanaman.
Dari kondisi ini, nyatanya untuk produksi komoditas minyak nabati lainnya tercatat banyak melakukan revisi, seperti produksi minyak kedelai dari AS, kanola dari Kanada yang diprediksi produksinya akan rendah.
Dari beberapa alasan tersebut maka hingga akhir 2023 harga minyak sawit, diprediksi akan berkisar antara RM 3.800 per ton hingga RM 4.200 per ton. Lantas, apakah harga ini akan tetap tinggi dikala masuk tahun 2024 yang juga merupakan tahun politik di Indonesia?
BACA JUGA: Genjot Produktivitas Sawit, Kementan-BRIN Lakukan Inovasi Introduksi Serangga Penyerbuk
Nah, guna mengetahui arah harga minyak sawit di 2024, pembaca budiman bisa melihatnya pada Majalah InfoSAWIT edisi September 2023. (T2)
