InfoSAWIT, JAKARTA – Diungkapkan Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alamsyah, Indonesia harus tetap mempertahankan posisinya sebagai produsen kelapa sawit terbesar dan nomor satu di dunia. Untuk mencapai hal tersebut, saat ini sedang dibahas pentingnya introduksi kembali serangga penyerbuk kelapa sawit, khususnya spesies E. kamerunicus, yang memiliki karakteristik morfologi dan molekuler berbeda dengan yang ada di Indonesia.
Tujuan dari introduksi ini adalah mencari dan menentukan 1-2 spesies serangga yang hanya berfungsi sebagai polinator kelapa sawit di Afrika (tidak sebagai hama maupun vektor penyakit) yang sesuai untuk melengkapi E. kamerunicus di Indonesia.
Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah fruit set, yang mempengaruhi produktivitas dan rendemen minyak kelapa sawit di Indonesia, karena produksi minyak sawit sangat dipengaruhi oleh keberhasilan penyerbukan.
BACA JUGA:
Sebagai informasi, Ditjen Perkebunan memberikan dukungan penuh terhadap usulan Riset Pengembangan Bahan Tanam yang disampaikan oleh Riset & Pengembangan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (R&D GAPKI) melalui inisiatif Kementerian Pertanian dengan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Langkah ini diambil sebagai upaya konkret dalam memajukan sektor perkebunan Indonesia ke depannya. (T2)
